Archive for January, 2008

Penjual Jengkol

January 30, 2008

Seorang mbak-mbak jualan jengkol sambil jongkok menggelar dagangannya di terpal di atas tanah. Gak sengaja tersingkaplah sarung si mbak yang ternyata gak pakai celana dalam dan kelihatanlah isinya. Seorang pemuda datang menghampiri si mbak seperti pingin membeli jengkol.

Pemuda: Apa itu mbak?
Mbak: Jengkol mas.
Pemuda: Kenapa dibuka?
Mbak: Sebagai contoh.
Pemuda: Kenapa hitam?
Mbak: Itu kulitnya.
Pemuda: Kenapa merah?
Mbak: Karena sudah matang.
Pemuda: Kenapa berbulu?
Mbak: Hah…. Tukang intip rupanya!

Blocking dengan DNSBL antispam lists

January 30, 2008

   Paling sebel jika liat mailserver sudah diobok-obok sama yang namanya spam. Banyak user yang complain about that f**k spam. Kini giliran mailserver di kantorku yang baru aku manage kurang lebih 2 bulan (krn aku baru masuk 2 bln ini) diobok2 oleh spam. Ini karena symantec mail security for SMTP yang sudah expired, padalah aku udah warning dari sebelumnya ke si bos untuk memperpanjang lagi. Cuma belum ada balasan juga. Gini deh hasilnya.

Supaya antispam tetap berfungsi, aku coba reconfigure ulang symantec mail security for SMTP -nya. Hasilnya lumayan juga sih.

Konfigurasinya cukup menambahkan atau memasang blocking dengan menggunakan DNSBL antispam lists.

Intinya to limit potential spam, Symantec Antivrius for SMTP Gateways can support up to three DNS blacking lists (DNSBL). DNSBL is a DNS-based blocking list generated to limit spam. DNSBL depends on an actively maintained DNS server with a database of IP address associated with Internet mail servers judged to be abusive on one or more spam-related criteria.

Akhirnya aku pasang 3 DNSBL yang aku dapat dari hasil googling.  DNSBL tersebut adalah

  • list.dsbl.org
  • dsn.rfc-ignorant.org
  • bl.spamcop.net

Lumayan juga sih, begitu dilihat di status mulai kelihatan spam-spam yang di block sama DNSBL tersebut. Rada lega deh …!!

Hari Berkabung Nasional

January 29, 2008

Senin 29 Januari 2008, aku sengaja berangkat ke kantor lebih cepat dari biasanya. Aku pikir wajar untuk mengantisipasi kemacetan yang bakal terjadi hari itu. Alasan pertama, hari senin biasanya lebih macet dari biasanya. Alasan kedua, pada pagi itu Jenazah Pak Harto akan diterbangkan dari Cendana ke Karanganyar, Solo. Pastinya melalui Bandar Udara Halim Perdana Kusuma.

Jalur yang baru-baru ini aku gunakan harus aku kesampingkan, jadi  aku menggunakan jalur kalimalang. Bekas – Kalimalang – MT. Haryono padat seperti biasanya. Begitu sampai di deket Pancoran, mulai terlihat banyak mobil-mobil, motor-motor pada berhenti. Orang-orang pada berdiri, ada yang di pagar pembatas jalan tol, ada yang berdiri di samping mobil mereka, ada yang berdiri di samping motor mereka sendiri. Hanya beberapa kendaraan saja yang terus melaju dengan pelan. Hal yang sama terlihat di lintasan jalan tol, banyak mobil yang minggir di sebelah kanan dan berhenti. Kerumunan orang juga banyak yang berdiri di atas jembatan penyeberangan. Semuanya memandang ke satu arah, yaitu arah datangnya iringan mobil jenazah yang membawa Alm. Pak Harto.

Aku bersyukur, karena bangsa ini masih punya nurani. Nurani untuk tetap menghargai Pak Harto yang mau tidak mau, mengakui atau tidak mengakui, rela atau tidak rela tetap ada jasanya untuk negeri ini. Kita kesampingkan korupsi yang dilakukan kroni Pak Harto, kita kesampingkan  kolusi yang dilakukan keluarga Pak Harto untuk sementara waktu. Karena bagaimanapun Pak Harto punya jasa baik untuk negeri ini. Bahkan jika aku lihat komentar di TV, banyak yang bilang yang intinya masih lebih baik jaman Pak Harto dibanding sekarang ini (Reformasi yang mandek dan nyaris gagal).

Ketika rombongan jenazah melawati jalan MT. Haryono dengan diiringi bunyi sirine, aku turut berhenti di pinggir jalan. Sambil mendongakan kepala untuk melihat iringan jenazah tersebut. Trenyuh, Takjub, tanpa kusadari aku menundukan kepala dan berdo’a “Ya Allah Ampuni dosa-dosa beliau”, tanpa terasa keluar air mata dari kedua sudut mataku.

Aku yakin banyak orang yang mendo’akan Pak Harto!! Selamat Jalan Pak Harto.

Selamat Jalan Pak Harto

January 28, 2008

Kemaren Hari Minggu, 27 Januari 2008 aku pergi ke Taman Jatisari Permai. Tujuanku ke sana adalah untuk melihat perkembangan rumah yang sedang dibangun oleh developer. Seminggu sebelumnya pihak developer sudah menelponku, dan memberitahukan bahwa listrik sudah di pasang di rumah. Untuk memastikan dan sekalian ngeliat no. pelanggannya biar kalo bayar nggak bolak-balik, makanya aku ke Taman Jatisari Permai.

Hmm.. ternyata benar juga, listrik sudah di pasang. Posisi angka di meteran masin 000001. Langsung aja aku cepret trus tulis juga di HP, berhubung nggak bawa pulpen dan kertas. Sambil liat-liat rumah aku telpon temanku, Handana, yang kebetulan sudah menempati rumahnya. Hanya beda blok doang sing. Sesaat kemudian temanku dateng pake motornya. Biasa, kalo dah ketemu teman ngobrol lupa waktu. Obrolan di lanjutkan di rumahnya sambil menikmati es teh manis… thanks broer, lumayan seger untuk menghilangkan rasa dahaga.

Tiba-tiba hp temanku berbunyi menandakan ada sms masuk. Dia buka dan baca, sambil setengah kaget dia masuk kerumah (kebetulan kita ngobrol di beranda), trus ngganti channel TV “Pak Harto Meninggal” , katanya. Langsung ganti channel, yang sebelumnya channel film anak-anak, diganti menjadi channel berita.

Benar juga ternyata. Pak Harto meninggal tepat pukul 13.10. Saat itu pukul 13.30 siang hari. Innanillahi wa’innanilahi Rojiun. Selamat Jalan Pak Harto, semoga diterima disisi-Nya. Amin.

Install SquidNT di Windows

January 24, 2008

Terkadang ada rasa kangen untuk menggunakan aplikasi Linux. Kepikiran juga untuk install semacam vmware di windows kemudian install Linux di vmware tersebut. Tetapi ternyata belum sempat juga.

Iseng-iseng googling mencari aplikasi proxy semacam squid. Eh, ternyata ketinggalan berita. Ada aplikasi squidNT yang bisa digunakan di windows. Iseng-iseng dicoba berhasil juga.

Website squid for windows :
http://www.acmeconsulting.it/SquidNT/ 

Untuk downloadnya di :
http://www.acmeconsulting.it/pagine/opensource/download/squid.htm

Step by step nya kira-kira gini :

  • Download installernya di url yang disebutkan diatas, kemudian simpan ke local disk. Source installer waktu tulisan ini dibuat dalam bentuk zip file.
  •  Unzip file tersebut ke c:\squid
  •  Ubahlah extension file squid.conf.default menjadi squid.con, mime.conf.default menjadi mime.conf, cachemgr.conf.default menjadi cachemgr.conf
  • Edit-lah file squid.conf sesuai kebutuhan
  • Jalankan command prompt start –> run (ketik cmd), kemudian ubah direktori kerja command prompt di c:\squid\sbin dengan mengetik “cd c:\squid\sbin”
  • Buatlah “Swap Directories” dengan menjalankan perintah “squid -z“.
  • Jika sukses maka folder c:\squid\var\cache akan muncul dengan sendirinya.
  • Buatlah aplikasi  squid sebagai services di windows caranya adalah dengan menjalankan perintah “squid -i
  •  Jika sukse maka, di windows services (control panel -> Administrative Tools -> Services ) akan muncul satu service dengan nama squid. By default the name of service is squid.
  • Jalankan service squid sehingga statusnya berubah menjadi starting.
  • Dengan win xp sp2 dan windows firewall aktif : Buka service untuk squid dengan masuk ke control panel -> windows firewall -> Exceptions, kemudian klik add port isikan name: squid, Port number : (isikan port yang di buka pada squid conf pada  configurasi saya port 3128 ) dan TCP yang di aktifkan kemudian ok. Jangan lupa squid pada exceptions di beri tanda cek
  • Jalankan browser dengan mengacu pada komputer proxy yang baru diinstall.

Kira-kira begitu deh.

Alternative WaY

January 24, 2008

Semenjak pindah kerja (26 November 2007) dari kantor lama (PT. Akraya International) ke kantor baru (PT. LG CNS Indonesia), aku mulai rajin mencoba jalur yang belum pernah aku coba sebelumnya. Selama ini jalur ke kantor dari rumah (Bekasi Timur Regensi) – bantargebang – Metropolitan Mall (Bekasi) – Kalimalang – Uki Cawang – MT. Haryono – Gatot Subroto – Kuningan (Rasuna Said). Maka, Semenjak pindah di LG CNS (jl. Kapt. Tendean) dengan jam masuk kerja lebih pagi, mau tak mau harus siap menempuh kemacetan yang luar biasa di Kalimalang.

Berawal dari situlah akhirnya aku mencari jalur alternatif yang tidak rawan macet. Walhasil dapat juga. Dengan melalui jalur Bekasi Timur Regensi – Bantargebang – Cipendawa – Jatimakmur – Pondok Gede – Halim – MT. Haryono – Gatot Subroto – Tendean. Hmmm… lumayan juga sih, paling nggak mereduksi waktu tempuh perjalanan kurang lebih 1/4 jam. Walaupun tetap saja, yang namnaya kemacetan di Jakarta sudah akut. Nggak di Tol nggak di Jalan protokol, isinya kalo pagi atau jam pulang kantor pasti muaceeeeeeett…..!! Kalo anaku bilang “capek deh”.

Kebon Makam – Kebaon Makam

January 23, 2008

Kebon Makam dusunku, letaknya di Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Entah bagaimana sejarahnya sehingga desaku diberi nama Desa Makam. Ada yang bilang sebenarnya dulu namanya adalah PandanSari, ada yang bilang sebenarnya namanya adalah Maqom (kedudukan yang mulia) cuma karena kebiasaan lidah jawa berubah menjadi Makam, ada juga yang bilang karena di Desa kami ini, yang namanya makam (kuburan) bertebaran dimana-mana, walaupun sudah ada pemakaman umum tapi lebih banyak pemakaman keluarga. Walauhu’ alam, mana yang benar.

Yang pasti disinilah aku dilahirkan, dari rahim seorang Ibu yang berhati sangat mulia, mudah-mudahan Allah memuliakannya selalu, amin. Almarhum Bapakku, Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima segala amalan beliau, sewaktu aku lahir adalah seorang kepala dusun. Layaknya kepala dusun di desa disebut Bahu mungkin berasal dari kata “Mbahu Reksa”.

Mereka berdualah yang mengajarkan kepadaku bagaimana layaknya hidup sebagai manusia. Bagaimana layaknya menghargai orang lain, bagaimana layaknya menyayangi orang lain, dan bagaimana layaknya memperlakukan mahluk lain.

Tanggal 6 November 2007, merupakan hari dukaku. Pada hari itu, Bapakku telah meninggalkan kami sekeluarga kembali ke pangkuan-Nya. Memang tidak ada satupun mahluk di bumi ini yang bisa lepas dari ketentuan-Nya. Dan saat itu juga, aku berusaha untuk ikhlas melepas kepergian Bapakku.