Archive for the ‘Soliloquist’ Category

Putri ketiga Kami

February 27, 2008

Pagi itu Hari Rabu, tanggal 20 – 02 – 2008, nggak seperti biasanya aku dibangunkan pukul 3.00 dini hari. Yah.. bangun yah, sudah mulai mules, “Kata Istriku tercinta. Aku segera bangun, dan memperhatikan istriku yang saat itu terlihat sedang mules perutnya. “Sudah berama lama sekali mulesnya?”, tanyaku. “Masih lama sih, 1 jam sekali”, kata Istriku. “Masih lama berarti, “Kataku.

Si kecil, Regita Bilqis, yang kebetulan badannya juga sedang panas tiba-tiba terbangun dan menangis. “Ngopol yah ..”, Kata Regita sambil menangis. Nggak papa Sayang, sini celananya dibuka yah, “Kataku. Setelah cebok dan ganti celana, si Kecil yang kebetulan suhu bandannya cukup panas minta di gendong. Yuk, kita ke ruang tamu saja, nanti kalo kita ngobrol disini si sulung, Nabila Tasya, malah terbangun juga “ajakku ke istriku. Sambil menggendong si kecil, Regita, aku keluar ke ruang tamu. Ayah.. barnie, “Rengek Regita mita disetelkan CD barnie yang baru aku beli sore tadi. “Iyah, tapi ade sembuh yah”, Kataku sembil menyalakan komputer, karena sudah sebulan DVD player kami rusak dan belum sempat diperbaiki, sehingga setiap nyetel CD atau DVD menggunakan komputer.

Regita nonton Barnie sambil tiduran, kepalanya aku elus2 dengan penuh kasih sayang. Perlahan-lahan Regita mulai tertidur kembali. “Sudah berama lama sekali?”, tanyaku ke istriku. Sudah sekitar 45 menit sekali mulesnya. Pagi itu sekitar pukul 5.00 pagi mulai terdengar azan shubuh. Aku segera mengambil air wudhlu dan berpamitan ke istriku. “nda, aku ke masjid dulu yah. Tolong jagain De Gita! “Pintaku. Iya Yah, “sahut istriku.

Sepulangku dari mesjid aku lihat Regita masih tidur, segera aku matikan komputerku. Aku mendapat informasi dari istriku kalau mertuaku akan datang. Mungkin mereka ngerti, bahwa nanti ketika saat lahiran di rumah perlu ada yang nungguin anak-anak kami yang masih kecil-kecil.

Hari itu juga aku memutuskan untuk tidak berangkat kerja. Segera kukirim sms ke temanku untuk disampaikan ke atasanku bahwa hari itu aku nggak bisa masuk kerja karena istri mau melahirkan.

Sekitar jam 9 pagi mertuaku dateng bersama adik iparku. Sekitar jam 12 siang saat mules istriku sudah lebih sering, 5 menit sekali, aku putuskan untuk datang ke bidan terdekat yang kebetulan ada di rumah. Setelah diperiksa ternyata baru pembukaan dua. “Masih lama bu, coba nanti kesini lagi sore sekitar jam 5, “kata bidan yang memeriksa Istriku. Setelah pemeriksaan selesai, aku ajak istriku pulang ke rumah. Di Rumah sudah mulai ramai, karena kebetulan kakak iparku juga datang (kebetulan kami tetanggaan).

Sekitar jam 5 sore, aku bawa lagi istriku ke bidan. Mulesnya sudah lebih cepat periodenya, namun belum ada tanda-tanda ketuban pecah. Akhirnya bidan memutuskan untuk memberi perangsang melalui suntikan. Betul juga, sekitar pukul 17.10 istriku sudah mulai berasa, akhirnya istriku segera di rebahkan di tempat persalinan. Bidan mengizinkanku untuk menemani proses kelahiran anakku yang ketiga.

Pembantu bidan, yang membantu proses kelahiran, juga sudah datang. Benar-benar, kali ini untuk yang kedua kalinya aku menyaksikan proses kelahiran anakku (anakku yang kedua tidak sempat tertunggui). Aku menyaksikan pengorbanan seorang wanita ketika melahirkan seorang anak adam dari rahim-nya. Perjuangannya, Subhanallah, luar biasa. Istriku memegang erat tanganku ketika melahirkan anakku yang ketiga. Tanpa sadar aku ikut “ngeden” :) .

Sekitar pukul 17.17, lahirlah anakku yang ketiga secara normal. Alhamdulillah semuanya selamat dan sehat. Aku elus2 kepala istriku sambil tersenyum, dan diapun tersenyum. Aku cium kening istriku yang terlihat letih sekali. “Yang, Anak kita sudah tiga” , kataku sambil tersenyum. “Iyah” , Jawabnya sambil tersenyum manis.

Setelah bayi dibersihkan segera aku gendong, kemudian aku lafazkan azan di telinga kanannya dan qomat telinga kirinya. Aku periksa satu-satu, alhamdulillah semuanya baik-baik. Alhamdulillah Ya Allah…!! Semoga kami diberi kekuatan untuk mebesarkan, mendidik dan memenuhi kewajiban kami sebagai orang tua. Amin.

Keutamaan Subuh

February 12, 2008

Oleh : Muhammad Jihad Akbar

Shalat Subuh merupakan satu di antara shalat wajib lima waktu yang mempunyai kekhususan dari shalat lainnya dan mempunyai keutamaan yang luar biasa. Pada saat inilah pergantian malam dan siang dimulai. Pada saat ini pula malaikat malam dan siang berganti tugas (HR Al-Bukhari).

Karenanya, beruntunglah mereka yang dapat melaksanakan shalat Subuh pada awal waktu sebab disaksikan oleh malaikat, baik malaikat yang bertugas pada malam hari maupun siang. Allah SWT berfirman: ”Dan dirikanlah shalat Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh para malaikat).” (QS Al-Isra’ [17]: 78).

Selain itu, shalat Subuh juga bisa menjadi penerang pada hari ketika semua orang berada dalam kekalutan (kiamat). Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid (untuk mengerjakan shalat Subuh) dengan cahaya yang terang benderang (pertolongan) pada hari kiamat.” (HR Abu Daud, Tirmidzi dan Ibn Majah).

Tak hanya itu, Allah pun telah menyiapkan pahala yang luar biasa bagi mereka yang membiasakan shalat Subuh tepat pada waktunya, yaitu mendapatkan pahala sebanding dengan melakukan shalat semalam suntuk. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, ”Barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat semalam suntuk.” (HR Bukhari).

Di antara hikmah dan alasannya adalah karena shalat Subuh merupakan shalat wajib yang paling ‘’sulit” dikerjakan pada awal waktu. Banyak di antara kita lebih memilih untuk tidur di atas kasur empuk dan selimut yang hangat. Padahal, seruan Allah (adzan) pada waktu Subuh telah memberitahukan kita bahwa shalat itu lebih baik daripada tidur.

Secara ilmiah, benar adanya bahwa bangun pagi dan melakukan shalat lebih baik daripada terus tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Louis J Ignarro dan Ferid Murad, pembuluh darah manusia akan mengembang pada tengah malam terakhir sampai menjelang siang. Kemudian secara berangsur-angsur sekumpulan sel darah akan menggumpal pada dinding pembuluh sehingga terjadi penyempitan. Inilah yang mengakibatkan tekanan darah tinggi.

Menurut peraih Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran tahun 1998 ini, ada cara alamiah yang bisa dilakukan oleh setiap orang, yaitu menggerakkan tubuh sejak pagi buta. Karena, penelitian mereka menunjukkan bahwa dengan menggerak-gerakkan tubuh, gumpalan sel tadi akan melebur bersama aliran darah yang terpompa dengan kencang pada saat bergerak.

Maka, beruntunglah mereka yang terbiasa menggerakkan tubuh pada waktu Subuh dengan bangun tidur lalu berwudhu kemudian berjalan menuju masjid guna shalat Subuh berjamaah.

Sehat Ala Rasulullah

February 12, 2008

“Rasulullah bersabda: “Mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah.” (HR Muslim) Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resep berikut ini: “
Rasulullah bersabda:”Mu’min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mu’min yang lemah.” (HR Muslim)Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resep berikut ini:

Selalu Bangun Sebelum Subuh

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan shalat sunah dan shalat fardhu, shalat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yang mendalam antara lain:Berlimpah pahala dari Allah.Kesegaran udara subuh yang bagus untuk kesehatan/ terapi penyakit TubercolusisMemperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan.Aktif Menjaga KebersihanRasul selalu senantiasa rapi dan bersih, tiap hari kamis atau jumat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi.”Madi pada hari jumat adalah wajib bagi setiap Muslim yang telah dewasa (baligh). Demikian pula menggosok gigi dan memakai wangi-wangian.” (HR Muslim)

Tidak Pernah Banyak Makan

Sabda Rasul:”Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq Alaih)Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk 3 benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

Gemar Berjalan Kaki

Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainnya.Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

Tidak Pemarah

Nasehat Rasulullah: “Jangan Marah” diulang sampai tiga kali. Ini menunjukan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.Ada terapi yang tepat untuk menahan amarah:Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring.Membaca Ta’awwudz, karena marah itu datangnya dari syaitan.Segeralah Berwudhu.Shalat dua Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.

Optimis Dan Tidak Putus Asa

Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqamah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah Swt.Tak

Pernah Iri Hati

Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, mentalitas maka jauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

Sumber: Buletin Jumat Masjid AT- Taqwa, Bandung

Belajar Memaafkan

February 6, 2008

Cuplikan berikut dari DR. Chapman. Kali ini yang dibicarakan adalah hal yang sering membuat kita frustasi,”Kenapa sih dia masih marah, tapi saya khan sudah minta maaf?” Ternyata mohon maaf pun ada bahasa yang berlaku berbeda bagi masing – masing pribadi. Simak ulasan berikut dan rasakan perbedaannya setelah anda praktekkan. Selamat menikmati…

Learning to Apologize Effectively

Have you ever noticed that what one person considers to be an apology, is not what another person considers to be an apology? What is an apology?
( Apakah anda pernah memperhatikan bahwa cara orang untuk menerima permohonan maaf berbeda satu sama lain ? Apa sih sebenarnya Permohonan Maaf itu ? )

It’s different things to different people. After three years of research, Dr. Jennifer Thomas and I have concluded that there are five basic elements to an apology. We call them the five languages of apology. Each person has a primary apology language, and one of the five speaks more deeply to them emotionally than the other four. If you don’t speak their language, they may consider your apology insincere.
( Masing – masing orang memiliki penerimaan yang berbeda satu sama lain. Setelah riset selama tiga tahun, Dr. Jenifer Thomas dan saya menyimpulkan bahwa terdapat 5 Dasar Permintaan Maaf. Kami menyebutnya sebagai Lima Bahasa Permohonan Maaf. Setiap orang memiliki bahas permohonan maaf yang utama, dan satu dari lima tersebut berdampak lebih dalam secara emosi dari empat yang lain. Jadi jika anda tidak bicara dengan bahasa mereka, mereka akan menganggap permohonan maaf anda kurang tulus )

A Question of Sincerity
( Pertanyaan tentang ketululusan )
Ever had someone apologize to you and you questioned their sincerity? Ever ask yourself why? It’s probably because they did not speak your apology language. They said, “I’m sorry.” But what you wanted to hear was, “I was wrong.” They said, “Will you forgive me?” But what you wanted to hear was, “What can I do to make this right?”
( Pernahkah ada seseorang yang meminta maaf pada anda dan anda mempertanyakan ketulusannya ? Pernah merefleksikan diri tentang hal itu ? Kemungkinannya adalah mereka tidak berbicara bahasa permohonan maaf anda. Mereka bilang,”Saya minta maaf.” Tetapi apa yang ingin anda dengan adalah,” Saya salah.” Mereka bilang,”Apakah saya dimaafkan ?” Tetapi yang ingin anda dengar adalah,” Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaikinya ?” )

Many of our apologies come across as insincere because we are not speaking the apology language of the offended person. If couples can learn each other’s primary apology language and speak it when they offend each other, forgiveness will be much easier.
( Banyak dari permintaan maaf kita dianggap kurang tulus karena kita tidak bicara bahasa permohonan maaf dari orang yang kita tuju. Jika pasangan bisa mengetahui bahasa permohonan maaf utama masing – masing dan menggunakkanya pada saat yang diperlukan, pasti akan lebih mudah untuk memaafkan. )

The Five Languages of Apology
( Lima Bahasa Permohonan Maaf )
Do you know the five languages of apology?
# 1 – Expressing Regret – “I’m sorry.” “I feel badly about what I did.”
# 2 – Accepting Responsibility – “I was wrong.” “It was my fault.”
# 3 – Making Restitution – “What can I do to make it right?”
# 4 – Genuinely Repenting – “I’ll try not to do that again.”
# 5 – Requesting Forgiveness – “Will you please forgive me?”
( Apakah anda tahu 5 bahasa Permohonan Maaf?
# 1 – Ekspresi Penyesalan – ” Saya mohon maaf.”"Saya merasa apa yang saya lakukan tidak baik”
# 2 – Menerima Tanggung Jawab – ” Saya bersalah.”"Itu salah saya.”
# 3 – Membuat Penggantian – ” Apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaikinya?”
# 4 – Menyatakan Kekhilafan – “Saya tidak akan melakukannya lagi.”
# 5 – Memohon Maaf – “Maukah memaafkan saya?” )

Speaking the Right One
( Bicara dengan Bahasa yang Tepat )
When you apologize, you are trying to make things right. So you say, “I’m sorry. I was wrong. I know I hurt you and I feel badly about it. Will you forgive me?” But your spouse says, “How could you do that if you loved me? How can I forgive you when you never do anything to ‘make it right’?” You feel frustrated and don’t know what to do next. The problem is not your sincerity, the problem is that you are not speaking the right apology language.
(Ketika anda memohon maaf, anda berusaha untuk membuat semuanya menjadi baik lagi. Lalu anda mengatakan,”Saya mohon maaf. Saya salah. Saya telah menyakiti kamu dan saya merasa buruk sekali. Maukah kamu memaafkan saya?” Tetapi pasangan anda berkata,”Kenapa kamu bisa begitu jika kamu mencintai saya? Bagaimana saya bisa memaafkan kamu kalau kamu tidak melakukan apapun untuk memperbaikinya?” Anda merasa frustasi dan tidak tahu lagi apa yang seharusnya dilakukan. Masalahnya bukan ketulusan anda, melainkan anda tidak bicara dengan bahasa yang tepat. )

Which Do You Want to Hear?
( Mana yang ingin anda dengar? )
Which one of the five languages of apology do you want to hear? That is your primary apology language.
( Manakah yang ingin anda dengar dari ke Lima Bahasa Permohonan Maaf itu? Itulah bahasa permohonan maaf anda yang utama )

Apologize effectively by learning your spouse’s apology language and speaking it when you know you have offended each other. Ask your spouse, “When I apologize, what do you want to hear from me?” You may be surprised at their answer, but it will give you their primary apology language. Learning to speak each other’s apology language will lead you to a growing marriage.
( Memohon maaf secara efektif dengan mempelajari bahasa permohonan maaf pasangan anda dan bicara dengan bahasa tersebut pada saat diperlukan. Tanyakan pada pasangan anda, “Apa yang ingin mereka dengan ketika saya mohon maaf?” Anda mungkin saja terkejut dengan jawabannya, tetapi itu akan memberikan anda Bahasa Permohonan Maaf yang utama. Belajar bicara Bahasa mereka akan membawa anda ke Pernikahan yang terus bertumbuh. )

Yang Berharga

February 6, 2008

DI RUANG TUNGGU SEBUAH BANDARA, SEORANG IBU MUDA TERLIHAT TENGAH MENUNGGU PESAWAT YANG AKAN MENERBANGKAN DIRINYA.

KARENA HARUS MENUNGGU CUKUP LAMA, IA MEMUTUSKAN UNTUK MEMBELI BUKU UNTUK DIBACA.

IA JUGA MEMBELI SEBUNGKUS BISKUIT, SEKADAR UNTUK CAMILAN DIRINYA DISAAT MENUNGGU PESAWAT.

IA KEMUDIAN DUDUK DI SALAH SATU KURSI DI RUANG TUNGGU VIP.
SAMBIL BERSANDAR, IA MULAI MEMBUKA DAN MEMBACA BUKU YANG DIPEGANGNYA.

DI KURSI SEBELAH, YANG HANYA DIPISAHKAN OLEH SEBUAH MEJA KECIL YANG DIATASNYA TERSAJI SEBUNGKUS BISKUIT, DUDUKLAH SEORANG PRIA.
PRIA TSB TERLIHAT MULAI MEMBACA MAJALAH.

KETIKA IBU MUDA MENGAMBIL SEPOTONG BISKUIT DARI BUNGKUSAN YANG TERLETAK DI ATAS MEJA, PRIA TSB MENGAMBIL SEPOTONG JUGA.
SI IBU MUDA MERASA TERGANGGU DENGAN PERBUATAN PRIA TSB, NAMUN IA DIAM SAJA.
IA HANYA BERGUMAM:
? HUH ….MENYEBALKAN! INGIN RASANYA KUTAMPAR SAJA MUKANYA !?

SETIAP IBU MUDA TSB MENGAMBIL SEPOTONG BISKUIT, PRIA TSB JUGA MELAKUKAN HAL YANG SAMA, SAMBIL TERSENYUM KEPADA SI IBU MUDA.
PERBUATAN PRIA TSB BENAR-BENAR MENGUNDANG GERAM SI IBU MUDA …!
NAMUN SI IBU MUDA TIDAK BEREAKSI APA-APA, IA HANYA MENYIMPAN KEDONGKOLAN DIDALAM DADA.

KETIKA BISKUIT TERSISA SATU POTONG, SI IBU MUDA BERGUMAM: ? COBA SAYA INGIN LIHAT APA YANG AKAN DILAKUKANNYA…!?
KEMUDIAN SI PRIA MEMBELAH BISKUIT TSB. IA MENGAMBIL SEPAROH DAN MEMPERSILAKAN SI IBU MUDA UNTUK MENIKMATI YANG SEPAROHNYA LAGI…

BENAR-BENAR KETERLALUAN …..!
KINI, KEKESALAN SI IBU MUDA BENAR-BENAR MEMUNCAK!
IA SEGERA MENGEMASI BARANG-BARANGNYA DAN MENINGGALKAN TEMPAT DUDUK TSB, PINDAH KE RUANG KEBERANGKATAN ( BOARDING ROOM ).

KETIKA IBU MUDA DUDUK DIDALAM PESAWAT, IA MEMBUKA TAS JINJINGNYA UNTUK MENGAMBIL KACAMATA.
BETAPA TERKEJUTNYA DIA …… TERNYATA BUNGKUSAN BISKUIT MILIKNYA ADA DI DALAM TAS JINJING, MASIH UTUH …!

IA KINI MENYESAL, … DAN BENAR-BENAR MERASA MALU!
IA MERASA BERSALAH.
IA MENGIRA BAHWA BISKUIT YANG DIMAKAN TADI ADALAH MILIKNYA
…. TERNYATA BUKAN!

PRIA TADI MEMBAGI BISKUIT ANTARA DIRINYA DAN SI IBU MUDA TANPA MERASA MARAH, TENGANGGU ATAU PUN MERASA RUGI …

…. SEMENTARA SI IBU MUDA MERASAKAN SEBALIKNYA.
IA MERASA BAHWA BISKUIT TSB ADALAH MILIKNYA YANG TELAH DISEROBOT OLEH PRIA TSB, DAN MENYANGKA BETAPA SI PRIA TSB TELAH BERBUAT KURANG AJAR KEPADA DIRINYA.

KAWAN,
ADA TIGA HAL YANG TIDAK DAPAT DIRAIH KEMBALI …

1. Kata-kata…

…setelah diucapkan!

2. Kesempatan…

… setelah berlalu!

3. Waktu…

…setelah beranjak pergi!

Motivational Quotes

February 6, 2008

Every man is an impossibility until he is born.
- Ralph Waldo Emerson -

Nothing great will ever be achieved without great men, and men are great only if they are determined to be so.
- Charles De Faulle -

The only way to discover the limits of the possible is to go beyond them into the impossible.
- Arthur Clarker -

It is only with the heart that one can see rightly; what is essential is invisible to the eye.
- Anthony Exupery -

Hold yourself responsible for a higher standard than anybody else expect of you.
- Henry Ward -

Every time a value is born, existence takes on a new meaning; every
time one dies, some part of that meaning passes away.
- Joseph Krutch -

Man are wise in proportion, not to their experience, but to their capacity for experience.
- George Bernard Shaw -

We are what and where we are because we have first imagined it.
- Donald Curtis -

Alternative WaY

January 24, 2008

Semenjak pindah kerja (26 November 2007) dari kantor lama (PT. Akraya International) ke kantor baru (PT. LG CNS Indonesia), aku mulai rajin mencoba jalur yang belum pernah aku coba sebelumnya. Selama ini jalur ke kantor dari rumah (Bekasi Timur Regensi) – bantargebang – Metropolitan Mall (Bekasi) – Kalimalang – Uki Cawang – MT. Haryono – Gatot Subroto – Kuningan (Rasuna Said). Maka, Semenjak pindah di LG CNS (jl. Kapt. Tendean) dengan jam masuk kerja lebih pagi, mau tak mau harus siap menempuh kemacetan yang luar biasa di Kalimalang.

Berawal dari situlah akhirnya aku mencari jalur alternatif yang tidak rawan macet. Walhasil dapat juga. Dengan melalui jalur Bekasi Timur Regensi – Bantargebang – Cipendawa – Jatimakmur – Pondok Gede – Halim – MT. Haryono – Gatot Subroto – Tendean. Hmmm… lumayan juga sih, paling nggak mereduksi waktu tempuh perjalanan kurang lebih 1/4 jam. Walaupun tetap saja, yang namnaya kemacetan di Jakarta sudah akut. Nggak di Tol nggak di Jalan protokol, isinya kalo pagi atau jam pulang kantor pasti muaceeeeeeett…..!! Kalo anaku bilang “capek deh”.

Kebon Makam – Kebaon Makam

January 23, 2008

Kebon Makam dusunku, letaknya di Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Entah bagaimana sejarahnya sehingga desaku diberi nama Desa Makam. Ada yang bilang sebenarnya dulu namanya adalah PandanSari, ada yang bilang sebenarnya namanya adalah Maqom (kedudukan yang mulia) cuma karena kebiasaan lidah jawa berubah menjadi Makam, ada juga yang bilang karena di Desa kami ini, yang namanya makam (kuburan) bertebaran dimana-mana, walaupun sudah ada pemakaman umum tapi lebih banyak pemakaman keluarga. Walauhu’ alam, mana yang benar.

Yang pasti disinilah aku dilahirkan, dari rahim seorang Ibu yang berhati sangat mulia, mudah-mudahan Allah memuliakannya selalu, amin. Almarhum Bapakku, Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan menerima segala amalan beliau, sewaktu aku lahir adalah seorang kepala dusun. Layaknya kepala dusun di desa disebut Bahu mungkin berasal dari kata “Mbahu Reksa”.

Mereka berdualah yang mengajarkan kepadaku bagaimana layaknya hidup sebagai manusia. Bagaimana layaknya menghargai orang lain, bagaimana layaknya menyayangi orang lain, dan bagaimana layaknya memperlakukan mahluk lain.

Tanggal 6 November 2007, merupakan hari dukaku. Pada hari itu, Bapakku telah meninggalkan kami sekeluarga kembali ke pangkuan-Nya. Memang tidak ada satupun mahluk di bumi ini yang bisa lepas dari ketentuan-Nya. Dan saat itu juga, aku berusaha untuk ikhlas melepas kepergian Bapakku.