<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>-:Personal Weblog:-</title>
	<atom:link href="http://wongmakam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wongmakam.wordpress.com</link>
	<description>-:Just another My weblog:-</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Jul 2011 07:05:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wongmakam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>-:Personal Weblog:-</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wongmakam.wordpress.com/osd.xml" title="-:Personal Weblog:-" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wongmakam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SD Inpres</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2009/11/20/sd-inpres/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2009/11/20/sd-inpres/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 04:35:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[socialization]]></category>
		<category><![CDATA[rembang]]></category>
		<category><![CDATA[sd inpres]]></category>
		<category><![CDATA[sd negeri makam 3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Sudah terlalu lama untuk menyebutkan kata benda tersebut &#8220;SD Inpres&#8221;, ya, SD Inpres yang merupakan SD yang dibangun atas instruksi presiden di Jaman Orde Baru, jaman pemerintahan Pak Harto. Saya salah satu orang yang sekolah di SD Inpres yang ada di Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, yang kemudian SD tersebut berubah nama menjadi SD [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=44&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah terlalu lama untuk menyebutkan kata benda tersebut &#8220;SD Inpres&#8221;, ya, SD Inpres yang merupakan SD yang dibangun atas instruksi presiden di Jaman Orde Baru, jaman pemerintahan Pak Harto.</p>
<p>Saya salah satu orang yang sekolah di SD Inpres yang ada di Desa Makam, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, yang kemudian SD tersebut berubah nama menjadi SD Negeri Makam 3. Saya sendiri kurang tahu pastinya kapan SD itu dibentuk. Yang saya inget, saya masuk di SD tersebut tahun 1982 dan lulus tahun 1987.</p>
<p>SD Makam 3, ya SD yang terletak di pinggir jalan Raya Makam, yang di sebelah bangunannya terdapat sebuah prasasti yang saat ini kurang begitu terawat. Di depan tugu prasasti inilah dulu aku sering bermain bersama teman-temanku. Mau tidak mau harus diakui, kondisiku yang terbentuk saat ini dipengaruhi kehidupanku waktu aku menempuh pendidikan di SD Tersebut.</p>
<p>Suasana, pertemanan, permainan, persaingan dan prestasi yang aku dapat masih dapat aku ingat pasti. Guru-guru, teman-teman, penjaga sekolah dan kepala sekolahnya juga masih aku ingat pasti. Mereka manjadi bagian tersendiri dalam perjalanan hidupku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=44&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2009/11/20/sd-inpres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/22/kabinet-indonesia-bersatu-jilid-2/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/22/kabinet-indonesia-bersatu-jilid-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2009 01:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[socialization]]></category>
		<category><![CDATA[kib II]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[susunan kabinet indonesia bersatu jilid 2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 sudah diumumkan oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2009) pukul 22.00. Pro dan kontra atas susunan kabinet tersebut merupakan hal yang biasa, seperti halnya kebijakan pemerintah yang baru dirumuskan saja sudah sempat bikin pro dan kontra. Sebagai rakyat kecil, harapan kami adalah dengan susunan kabinet [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=41&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 sudah diumumkan oleh presiden terpilih Susilo Bambang Yudoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2009) pukul 22.00. Pro dan kontra atas susunan kabinet tersebut merupakan hal yang biasa, seperti halnya kebijakan pemerintah yang baru dirumuskan saja sudah sempat bikin pro dan kontra.</p>
<p>Sebagai rakyat kecil, harapan kami adalah dengan susunan kabinet yang baru tersebut diharapkan kinerja dari masing-masing post di kementrian menjadi lebih baik, lebih efektif dan lebih maksimal dan terbentuk kolaborasi kerja antara satu post dengan post yang lainnya melalui menko-nya.</p>
<p>Berikut susunan KIB II</p>
<p>1. Menko Politik, Hukum, dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto<br />
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa<br />
3. Menko Kesra: Agung Laksono<br />
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi<br />
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi<br />
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa<br />
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro<br />
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar<br />
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani<br />
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Zahedy Saleh<br />
11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat<br />
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu<br />
13. Menteri Pertanian: Suswono<br />
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan<br />
15. Menteri Perhubungan: Freddy Numberi<br />
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad<br />
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar<br />
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto<br />
19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih<br />
20. Menteri Pendidikan Nasional: M Nuh<br />
21. Menteri Sosial: Salim Assegaf Aljufrie<br />
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali<br />
23. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: Jero Wacik<br />
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring<br />
25. Menneg Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata<br />
26. Menteri Negara Urusan Koperasi dan UKM: Syarifudin Hasan<br />
27. Menneg Lingkungan Hidup: Gusti Moh Hatta<br />
28. Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar<br />
29. Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: EE Mangindaan<br />
29. Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini<br />
31. Menneg PPN/Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana<br />
32. Menneg BUMN: Mustafa Abubakar<br />
33. Menneg Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa<br />
34. Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Mallarangeng</p>
<p>Pejabat Negara:<br />
1. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto<br />
2. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara): Jenderal Pol Purn Sutanto<br />
3. Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal): Gita Wirjawan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=41&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/22/kabinet-indonesia-bersatu-jilid-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gempa di Sumbar</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/07/gempa-di-sumbar/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/07/gempa-di-sumbar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 09:23:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[socialization]]></category>
		<category><![CDATA[berita kepada kawan]]></category>
		<category><![CDATA[gempa di sumatera barat]]></category>
		<category><![CDATA[untuk kita renungkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Gempa di Sumatra Barat terjadi pada tanggal 30 September 2009, jam 17:16 WIB. Saya inget waktu itu, aku sedang berada di Swiss-bellhotel, Manokwari, Papua Barat. Ketika menyalakan televisi 2 jam lebih cepat dari jam 17:16, saya melihat liputan berita yang disiarkan oleh TVOne. Waktu itu saya tidak mengira kalau akibat gempa yang ditimbulkan sungguh sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=35&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gempa di Sumatra Barat terjadi pada tanggal 30 September 2009, jam 17:16 WIB. Saya inget waktu itu, aku sedang berada di Swiss-bellhotel, Manokwari, Papua Barat. Ketika menyalakan televisi 2 jam lebih cepat dari jam 17:16, saya melihat liputan berita yang disiarkan oleh TVOne. Waktu itu saya tidak mengira kalau akibat gempa yang ditimbulkan sungguh sangat dahsyat dan menelan banyak korban jiwa.</p>
<p>Ketika kembali ke Jakarta, saya cukup tersentak ketika mengetahui begitu banyak korban jiwa. Saya hanya bisa berdo&#8217;a mudah-mudahan mereka yang meninggal akibat bencana diampuni segala dosa-dosanya dan bagi keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan.</p>
<p>Hampir semua stasion televisi menampilkan dan melaporkan baik secara live atau siaran tunda tentang akibat pasca gempa di Sumatera Barat. Bahkan dengan diiringi musik instrumet-kitaro atau lantunan lagu syair Ebiet G Ade yang berjudul &#8220;Untuk kita renungkan&#8221;. Aku suka syarinya, kira-kira begini:</p>
<p>Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih<br />
Suci lahir dan di dalam batin<br />
Tegaklah ke dalam sebelum bicara<br />
Singkirkan debu yang masih melekat 2x</p>
<p>Anugerah dan bencana adalah kehendakNya<br />
Kita mesti tabah menjalani<br />
Hanya cambuk kecil agar kita sadar<br />
Adalah Dia di atas segalanya 2x</p>
<p>Anak menjerit-jerit, asap panas membakar<br />
Lahar dan badai menyapu bersih<br />
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat<br />
Bahwa kita mesti banyak berbenah</p>
<p>Memang, bila kita kaji lebih jauh<br />
Dalam kekalutan, masih banyak tangan<br />
Yang tega berbuat nista&#8230; oh<br />
Tuhan pasti telah memperhitungkan<br />
Amal dan dosa yang telah kita perbuat<br />
Kemanakah lagi kita kan sembunyi<br />
Hanya kepadaNya kita kembali<br />
Tak ada yang bakal bisa menjawab<br />
Mari, hanya tunduk sujud padaNya</p>
<p>Kita mesti berjuang memerangi diri<br />
Bercermin dan banyaklah bercermin<br />
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini<br />
Berusahalah agar Dia tersenyum&#8230; oh<br />
Berubahlah agar Dia tersenyum</p>
<p>Atau lirik lagu &#8220;Berita Kepada Kawan&#8221; pada bagian :</p>
<p>Barangkali di sana ada jawabnya<br />
Mengapa di tanahku terjadi bencana<br />
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita<br />
Yang selalu bangga dengan dosa-dosa<br />
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita<br />
Coba kita bertanya pada &#8220;Rumput Yang Bergoyang&#8221; &#8211;&gt; Ahli dzikir mungkin maksudnya.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan peristiwa ini kita tersadar akan amanah yang diberikan Allah pada Manusia sebagai Khalifah. Mudah-mudahan kita menjadi lebih bertakqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=35&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/07/gempa-di-sumbar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>@ Manokwari</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/07/manokwari/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/07/manokwari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 09:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Activities]]></category>
		<category><![CDATA[lsm]]></category>
		<category><![CDATA[manokwari]]></category>
		<category><![CDATA[vogelkoppapua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 25 -30 September, saya masih berada di Manokwari. Selama 1 minggu kami memberikan materi training untuk para perwakilan LSM dari beberapa kabupaten di Papua Barat. Training yang kami berikan berhubungan dengan project yang telah kami kerjakan. Project tersebut berupa website yang sudah di publish di Internet (http://www.vogelkoppapua.org). Melalui website tersebut diharapkan ada kolaborasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=33&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-medium wp-image-39" title="@ Manokwari" src="http://wongmakam.files.wordpress.com/2009/10/photo01.jpg?w=300&#038;h=196" alt="@ Manokwari" width="300" height="196" /></p>
<p>Pada tanggal 25 -30 September, saya masih berada di Manokwari. Selama 1 minggu kami memberikan materi training untuk para perwakilan LSM dari beberapa kabupaten di Papua Barat. Training yang kami berikan berhubungan dengan project yang telah kami kerjakan. Project tersebut berupa website yang sudah di publish di Internet (<a title="Vogelkoppapua" href="http://www.vogelkoppapua.org" target="_blank">http://www.vogelkoppapua.org</a>). Melalui website tersebut diharapkan ada kolaborasi antar LSM yang tersebar di wilayah Papua Barat.</p>
<p>Saya sangat senang ketika memperhatikan animo peserta training yang begitu semangat dan antusias. Dalam setiap diskusi yang kami selipkan selama training berlangsung, meraka sangat aktif memberikan tanggapan atau masukan untuk penambahan modul atau perbaikan modul dalam website yang kami bangun. Panitia Training juga merasa cukup gembira dan puas melihat kondisi saat itu.</p>
<p>Peserta Training yang sangat beragam membuat kami mesti pandai menyelami dan mengikuti pola pikir mereka. Peserta training yang terlibat antara lain dari LSM yang berlatar belakang bantuan hukum, sosial kemasyarakatan, Akademik (perwakilan dari Universitas Papua), kesehatan, pertanian dan konservasi alam. Saya cukup bangga karena banyak dari teman-teman di Papua yang masih peduli dengan hal-hal tersebut di atas.</p>
<p>Pada hari terakhir dilaksanakan training, kami sempat diskusi dan tukar menukar informasi. Mereka begitu akrab dan santun. Pada hari berikutnya setelah membantu teman-teman di Vogelkoppapua untuk memasang jaringan di kantor sekretariat mereka, kami di ajak berkeliling Manokwari. Dari Pelabuhan, kemudian ke Pantai Utara (pantai yang berbatasan dengan lautan pasifik), kemudian kembali lagi ke Sekretariat yang letaknya di depan kampus UNIPA (Universitas Papua). Pada malam harinya kami diajak makan bersama di Cafe Laut. Pengalaman ini nggak bakal terlupakan.</p>
<p>Thanks For All.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=33&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2009/10/07/manokwari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongmakam.files.wordpress.com/2009/10/photo01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">@ Manokwari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disable/Enable USB Storage</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2009/04/13/disableenable-usb-storage/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2009/04/13/disableenable-usb-storage/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 02:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[disable]]></category>
		<category><![CDATA[enable usb storage]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Memanage komputer dalam satu jaringan tertentu gampang-gampang susah. Salah satunya bagaimana caranya meminimalis penyebaran virus melalui media usb storage (external hardisk, flash disks, storage lainnya). Untuk mendisable USB port bisa langsung dilakukan dari sisi BIOS, akan tetapi terkadang kendalanya adalah jiks USB port di disable maka, device lain yang bukan merupakan USB storage, seperti USB [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=26&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memanage komputer dalam satu jaringan tertentu gampang-gampang susah. Salah satunya bagaimana caranya meminimalis penyebaran virus melalui media usb storage (external hardisk, flash disks, storage lainnya).</p>
<p>Untuk mendisable USB port bisa langsung dilakukan dari sisi BIOS, akan tetapi terkadang kendalanya adalah jiks USB port di disable maka, device lain yang bukan merupakan USB storage, seperti USB Printer atau scanner juga akan di disable, sehingga tidak dapat digunakan.</p>
<p>Untuk itulah kita hanya perlu mendisable USB storage saja. Untuk windows 2000/XP caranya mudah sekali:</p>
<p>buka registry (klik start &#8211;&gt; run &#8211;&gt; ketik regedit) dan arahkan ke</p>
<p>HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\usbstor</p>
<p>Ubah<em> value keyname</em> <strong>Start </strong>dengan type <strong>Reg_DWORD </strong>menjadi 4 (sebelumnya 3). Maka secara otomatis usb storage di komputer tersebut akan di disable.</p>
<p>Untuk pc yang cukup banyak mungkin kerjaan ini cukup merepotkan. Anda bisa download scritp yang saya bikin di link ini:</p>
<p><a title="download scripts" href="http://www.4shared.com/dir/14490750/562af6bb/script_disableenable_usb_storage.html" target="_blank">http://www.4shared.com/dir/14490750/562af6bb/script_disableenable_usb_storage.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=26&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2009/04/13/disableenable-usb-storage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaji Papa Berapa?</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2008/03/04/gaji-papa-berapa/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2008/03/04/gaji-papa-berapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 02:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[socialization]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kisah-kisah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[teladan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/2008/03/04/gaji-papa-berapa/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama. &#8220;Kok, belum tidur ?&#8221; sapa Andrew sambil mencium anaknya. Biasanya Sarah memang sudah lelap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=25&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.</p>
<p>&#8220;Kok, belum tidur ?&#8221; sapa Andrew sambil mencium anaknya.</p>
<p>Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.</p>
<p>Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, &#8220;Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ah, enggak. Pengen tahu aja&#8221; ucap Sarah singkat.</p>
<p>&#8220;Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.</p>
<p>Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?&#8221;</p>
<p>Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. &#8220;Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur&#8221; perintah Andrew</p>
<p>Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,</p>
<p>Sarah kembali bertanya, &#8220;Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,-  enggak ?&#8221;<br />
&#8220;Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah&#8221;.</p>
<p>&#8220;Tapi Papa&#8230;&#8221;</p>
<p>Kesabaran Andrew pun habis. &#8220;Papa bilang tidur !&#8221; hardiknya mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.</p>
<p>Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.<br />
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata &#8220;Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?</p>
<p>Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan Rp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih&#8221; jawab Andrew</p>
<p>&#8220;Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini&#8221;.</p>
<p>&#8220;lya, iya, tapi buat apa ?&#8221; tanya Andrew lembut.</p>
<p>&#8220;Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp. 15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa&#8221; kata Sarah polos.</p>
<p>Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk &#8220;membeli&#8221; kebahagiaan anaknya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wongmakam.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wongmakam.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=25&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2008/03/04/gaji-papa-berapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kopda milis Purbalingga di soto Eling2</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/kopda-milis-purbalingga-di-soto-eling2/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/kopda-milis-purbalingga-di-soto-eling2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 10:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Kopda milis Purbalingga di sroto Eling-Eling, Casablanca, pada Hari sabtu tanggal 9 Februari 2007. Pokoknya seru deh<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=18&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kopda milis Purbalingga di sroto Eling-Eling, Casablanca, pada Hari sabtu tanggal 9 Februari 2007.</p>
<p>Pokoknya seru deh</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wongmakam.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wongmakam.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=18&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/kopda-milis-purbalingga-di-soto-eling2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saringan Tiga Kali</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/saringan-tiga-kali/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/saringan-tiga-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 10:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[socialization]]></category>
		<category><![CDATA[socretes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/saringan-tiga-kali/</guid>
		<description><![CDATA[Di jaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannyayang tinggi. Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, &#8220;Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?&#8221; &#8220;Tunggu sebentar,&#8221; jawab Socrates. &#8220;Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=24&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di jaman Yunani kuno, Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannyayang tinggi. Suatu hari seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, &#8220;Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tunggu sebentar,&#8221; jawab Socrates. &#8220;Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil.</p>
<p>Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali.&#8221;</p>
<p>&#8220;Saringan tiga kali?&#8221; tanya pria tersebut. &#8220;Betul,&#8221; lanjut Socrates.</p>
<p>&#8220;Sebelum anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan<br />
anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.</p>
<p>Saringan yang pertama adalah :</p>
<p>KEBENARAN.</p>
<p>Sudah pastikah anda bahwa apa yang anda akan katakan kepada saya adalah<br />
benar?&#8221; &#8220;Tidak,&#8221; kata pria tersebut,&#8221;sesungguh nya saya baru saja<br />
mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda&#8221;. &#8220;Baiklah,&#8221; kata<br />
Socrates. &#8221; Jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak.&#8221;</p>
<p>Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu :</p>
<p>KEBAIKAN</p>
<p>Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu<br />
yang baik?&#8221; &#8220;Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk&#8221;. &#8220;Jadi,&#8221; lanjut<br />
Socrates, &#8220;anda ingin mengatakan kepada saya</p>
<p>sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin kalau itu benar.</p>
<p>Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu:</p>
<p>KEGUNAAN</p>
<p>Apakah apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya<br />
tersebut akan berguna buat saya?&#8221; &#8220;Tidak, sungguh tidak,&#8221; jawab pria</p>
<p>tersebut. &#8220;Kalau begitu,&#8221; simpul Socrates,&#8221; jika apa yang anda ingin<br />
beritahukan kepada saya. tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna<br />
untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?&#8221;</p>
<p>Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh jiwa yang tak<br />
bersalah, dan kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang,<br />
keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali.<br />
Jadi sebelum berbicara, gunakanlah Saringan Tiga Kali.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wongmakam.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wongmakam.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=24&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/saringan-tiga-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Putri ketiga Kami</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/putri-ketiga-kami/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/putri-ketiga-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 07:55:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Soliloquist]]></category>
		<category><![CDATA[anakku yang ketiga.]]></category>
		<category><![CDATA[Kailani Triayu Habibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu Hari Rabu, tanggal 20 &#8211; 02 &#8211; 2008, nggak seperti biasanya aku dibangunkan pukul 3.00 dini hari. Yah.. bangun yah, sudah mulai mules, &#8220;Kata Istriku tercinta. Aku segera bangun, dan memperhatikan istriku yang saat itu terlihat sedang mules perutnya. &#8220;Sudah berama lama sekali mulesnya?&#8221;, tanyaku. &#8220;Masih lama sih, 1 jam sekali&#8221;, kata Istriku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=23&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu Hari Rabu, tanggal 20 &#8211; 02 &#8211; 2008, nggak seperti biasanya aku dibangunkan pukul 3.00 dini hari. Yah.. bangun yah, sudah mulai mules, &#8220;Kata Istriku tercinta. Aku segera bangun, dan memperhatikan istriku yang saat itu terlihat sedang mules perutnya. &#8220;Sudah berama lama sekali mulesnya?&#8221;, tanyaku. &#8220;Masih lama sih, 1 jam sekali&#8221;, kata Istriku. &#8220;Masih lama berarti, &#8220;Kataku.</p>
<p>Si kecil, Regita Bilqis, yang kebetulan badannya juga sedang panas tiba-tiba terbangun dan menangis. &#8220;Ngopol yah ..&#8221;, Kata Regita sambil menangis. Nggak papa Sayang, sini celananya dibuka yah, &#8220;Kataku. Setelah cebok dan ganti celana, si Kecil yang kebetulan suhu bandannya cukup panas minta di gendong. Yuk, kita ke ruang tamu saja, nanti kalo kita ngobrol disini si sulung, Nabila Tasya, malah terbangun juga &#8220;ajakku ke istriku. Sambil menggendong si kecil, Regita, aku keluar ke ruang tamu. Ayah.. barnie, &#8220;Rengek Regita mita disetelkan CD barnie yang baru aku beli sore tadi. &#8220;Iyah, tapi ade sembuh yah&#8221;, Kataku sembil menyalakan komputer, karena sudah sebulan DVD player kami rusak dan belum sempat diperbaiki, sehingga setiap nyetel CD atau DVD menggunakan komputer.</p>
<p>Regita nonton Barnie sambil tiduran, kepalanya aku elus2 dengan penuh kasih sayang. Perlahan-lahan Regita mulai tertidur kembali. &#8220;Sudah berama lama sekali?&#8221;, tanyaku ke istriku. Sudah sekitar 45 menit sekali mulesnya. Pagi itu sekitar pukul 5.00 pagi mulai terdengar azan shubuh. Aku segera mengambil air wudhlu dan berpamitan ke istriku. &#8220;nda, aku ke masjid dulu yah. Tolong jagain De Gita! &#8220;Pintaku. Iya Yah, &#8220;sahut istriku.</p>
<p>Sepulangku dari mesjid aku lihat Regita masih tidur, segera aku matikan komputerku. Aku mendapat informasi dari istriku kalau mertuaku akan datang. Mungkin mereka ngerti, bahwa nanti ketika saat lahiran di rumah perlu ada yang nungguin anak-anak kami yang masih kecil-kecil.</p>
<p>Hari itu juga aku memutuskan untuk tidak berangkat kerja. Segera kukirim sms ke temanku untuk disampaikan ke atasanku bahwa hari itu aku nggak bisa masuk kerja karena istri mau melahirkan.</p>
<p>Sekitar jam 9 pagi mertuaku dateng bersama adik iparku. Sekitar jam 12 siang saat mules istriku sudah lebih sering, 5 menit sekali, aku putuskan untuk datang ke bidan terdekat yang kebetulan ada di rumah. Setelah diperiksa ternyata baru pembukaan dua. &#8220;Masih lama bu, coba nanti kesini lagi sore sekitar jam 5, &#8220;kata bidan yang memeriksa Istriku. Setelah pemeriksaan selesai, aku ajak istriku pulang ke rumah. Di Rumah sudah mulai ramai, karena kebetulan kakak iparku juga datang (kebetulan kami tetanggaan).</p>
<p>Sekitar jam 5 sore, aku bawa lagi istriku ke bidan. Mulesnya sudah lebih cepat periodenya, namun belum ada tanda-tanda ketuban pecah. Akhirnya bidan memutuskan untuk memberi perangsang melalui suntikan. Betul juga, sekitar pukul 17.10 istriku sudah mulai berasa, akhirnya istriku segera di rebahkan di tempat persalinan. Bidan mengizinkanku untuk menemani proses kelahiran anakku yang ketiga.</p>
<p>Pembantu bidan, yang membantu proses kelahiran, juga sudah datang. Benar-benar, kali ini untuk yang kedua kalinya aku menyaksikan proses kelahiran anakku (anakku yang kedua tidak sempat tertunggui). Aku menyaksikan pengorbanan seorang wanita ketika melahirkan seorang anak adam dari rahim-nya. Perjuangannya, Subhanallah, luar biasa. Istriku memegang erat tanganku ketika melahirkan anakku yang ketiga. Tanpa sadar aku ikut &#8220;ngeden&#8221; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sekitar pukul 17.17, lahirlah anakku yang ketiga secara normal. Alhamdulillah semuanya selamat dan sehat. Aku elus2 kepala istriku sambil tersenyum, dan diapun tersenyum. Aku cium kening istriku yang terlihat letih sekali. &#8220;Yang, Anak kita sudah tiga&#8221; , kataku sambil tersenyum. &#8220;Iyah&#8221; , Jawabnya sambil tersenyum manis.</p>
<p>Setelah bayi dibersihkan segera aku gendong, kemudian aku lafazkan azan di telinga kanannya dan qomat telinga kirinya. Aku periksa satu-satu, alhamdulillah semuanya baik-baik. Alhamdulillah Ya Allah&#8230;!! Semoga kami diberi kekuatan untuk mebesarkan, mendidik dan memenuhi kewajiban kami sebagai orang tua. Amin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wongmakam.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wongmakam.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=23&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/27/putri-ketiga-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Joyoboyo</title>
		<link>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/13/joyoboyo/</link>
		<comments>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/13/joyoboyo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 09:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyutri</dc:creator>
				<category><![CDATA[socialization]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/13/joyoboyo/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Senin Legi tanggal 10 Zulkaidah tahun Jawa 1728 atau tanggal 15 Maret 1802 Masehi kurang lebih jam 12.00 siang lahirlah seorang bayi dirumah kakek yang bernama R. Ng. Yosodipuro I, seorang Pujangga Keraton yang terkenal dijamannya. Bayi yang baru lahir itu diberi nama Bagus Burham. Sejak umur 2 tahun sampai 12 tahun Bagus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=22&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Senin Legi tanggal 10 Zulkaidah tahun Jawa 1728 atau tanggal 15<br />
Maret 1802 Masehi kurang lebih jam 12.00 siang lahirlah seorang bayi<br />
dirumah kakek yang bernama R. Ng. Yosodipuro I, seorang Pujangga Keraton<br />
yang terkenal dijamannya. Bayi yang baru lahir itu diberi nama Bagus<br />
Burham. Sejak umur 2 tahun sampai 12 tahun Bagus Burham ikut<br />
kakeknya.Ayahnya bernama R. Tumenggung Sastronegoro yang mengharapkan<br />
anaknya dikelak kemudian hari menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan<br />
negaranya. Maka oleh sang ayah, Bagus Burham dikirim ketempat pendidikan<br />
yang memungkinkan dapat mendidik anaknya lebih baik dari dirinya<br />
sendiri.Waktu itu pondok Pesantren di kawasan Ponorogo yang dipimpin oleh<br />
Kyai Imam Besari terkanal sampai dipusat Kerajaan Surakarta. Kesanalah<br />
Bagus Burham dikirim untuk mendapatkan tambahan ilmu lahir batin serta<br />
keagamaan. Pondok Tegalsari yang dipimpin Kyai Imam Besari ini mempunyai<br />
murid yang banyak dan memiliki kepandaian yang pilih tanding.Bagus Burham berangkat ke Pesantren Tegalsari disertai embannya yang<br />
bernama Ki Tanujoyo.<br />
Ditempat yang baru itu Bagus Burham sangat malas. Ditambah lagi lebih suka<br />
menjalankan maksiat dari pada mengaji. Berjudi adalah merupakan<br />
pekerjaannya setiap hari. Juga pekerjaan maksiat yang lainnya. Adu ayam<br />
termasuk kesukaan yang tidak perbah diluangkan. Dari pada mengaji<br />
hari-harinya dihabiskan dimeja-meja judi dari satu desa ke desa lainnya.<br />
Sehingga terkenallah Bagus Burham bukan sebagai santri yang soleh tetapi<br />
sebagai penjudi ulung dikalangan orang-orang di daerah Ponorogo. Dasar<br />
seorang anak Tumenggung, uang banyak dan biasanya dimanja oleh orang tua<br />
atau kakeknya. Karena kegemarannya bermain judi, adu ayam dan<br />
perbuatan-perbuatan maksiat yang lain Bagus Burham banyak berkenalan<br />
dengan warok-warok Ponorogo yang satu kegemaran.<br />
Perbuatan putra Tumenggung ini sangat merepotkan hari Kyai Imam Besari.<br />
Diharapkan seorang putra priyayi keraton ini akan memberi suri teladan<br />
bagi murid-murid (santri-santri) yang lein tetapi ternyata<br />
sebaliknya.Seringkali Bagus Burham mendapat teguran dan marah dari Kyai<br />
Besari. Namun hal itu tidak merubah sifatnya. Dia tetap penjudi, tetap<br />
penyabung ayam, tetap gemar pada tindakan-tindakan yang menjurus ke<br />
maksiat. Karena merasa bosan setiap hari mendapat dampratan dari gurunya<br />
maka Bagus Burham perni meninggalkan pondok Tegalsari diikuti oleh Ki<br />
Tanujoyo.<br />
(Versi lain mengatakan bahwa kepergian Bagus Burham karena KyaiImam Besari<br />
merasa jengkel akan ulah Bagus Burham. Kemudian pimpinan pondok Tegalsari<br />
itu memanggil abdi kinasih Ki Tanujoyo dan menseyogyakan Bagus Burham<br />
tidak usah belajar mengaji di pondok Tegalsari).<br />
Meninggalkan pondok Tegalsari Bagus Burham tidak mau pulang ke Solo.<br />
Dengan diiring oleh oleh abdinya yang bernama Ki Tanujoyo. Bagus Burham<br />
bertualang sampai di Madiun. Ditempat itu uang sakunya habis. Ki Tanujoyo<br />
kemudian berdagang barang loakan. Sedangkan Bagus Burham tetap pada<br />
kegemarannya semula. Betapa bingungnya Raden Tumenggung Sastronegoro<br />
tatkala mendapat laporan Kyai Imam Besari bahwa puteranya pergi dari<br />
Tegalsari. Kemudian dipanggillah di Josono agar mencari Bagus Burham<br />
sampai ketemu. Bila ketemu agar diajal kembali ke Tegalsari. Kyai Imam<br />
Besari kembali dari Keraton Solo mendapat laporan dari penduduk Tegalsari<br />
bahwa sekarang daerah Tegalsari tidak aman. Banyak pencuri serta tanaman<br />
diserang hama. Kyai Imam Besari memohon petunjuak dari Tuhan. Mendapatkan<br />
ilham bahwa keadaan daerahnya akan kembali aman damai apabila Bagus Burham<br />
kembali ke Tegalsari lagi. Oleh karena itu Kyai Imam Besari segera<br />
mengutus ki Kromoleyo agar supaya berangkat mencari kemana gerangan<br />
perginya Bagus Burham. Bagi Ki Kromoleyo bukan pekerjaan yang sulit<br />
mencari Bagus Burham. Sebab dia tahu kehidupun macam apa yang digemari<br />
Bagus Burham. Tempat judi, tempat adu ayam. Itulah sasaran Ki Kromoleyo.<br />
Pada penjudi dan pengadu ayam ditanyakan apakah kenal dengan pemuda yang<br />
bernama Bagus Burham. Orangnya tampan. Jejak Bagus Burham akhirnya terbau<br />
juga. Ki Kromoleyo dapat menemukan Bagus Burham dan mengajak kembali ke<br />
Tegalsari. Namun Bagus Burham tidak mau. Karena bujukan Ki Josono utusan<br />
orang tuanya yang kebetulan juga sudah menemukan tempat Bagus Burham maka<br />
kembalilah Bagus Burham ke Tegalsari.<br />
Kyai Imam Besari menghadapi Bagus Burham dengan cari lain. Sebab ternyata<br />
sekembalinya dari petualangannya Bagus Burham bukan semakin rajin mengaji<br />
tetapi semakin boglok dan bodoh. Tampaknya. Menghadapi murid yang demikian<br />
Kyai yang sudah berpengalaman itu lalu mengambil jalan lain. Bagus Burham<br />
tidak langsung tidak langsung diajar mengaji seperti santri-santri yang<br />
lain. Dia bukan keturunang orang biasa tetapi masuk memiliki darah<br />
satriya. Maka tidak mengherankan kalau dia juga memiliki/mewarisi<br />
sifat-sifat leluhurnya. Gemar sekali kepada hal-hal yang memperlihatkan<br />
kejantanan seperti adu ayam dan lain sebagainya.<br />
Menurut serat &#8220;CANDRA KANTHA&#8221; buatan Raden Ngabehi Tjondropradoto antara<br />
lain menyebutkan bahwa : Raden Patah berputera R. Tejo ( Pangeran<br />
Pamekas). Pangeran Pamekas berputra Panembahan Tejowulan di Jogorogo.<br />
Panembahan Tejowulan berputra Tumenggung Sujonoputro seorang pujangga<br />
keraton Pajang. Kemudian Raden Tumenggung Sujonoputro berputra Tumenggung<br />
Tirtowiguno. Sedangkan Tumenggung Tirtowiguno ini mempunyai putra R. Ng.<br />
Yosodipuro I pujangga keraton Surakarta. Kemudian sang pujangga berputra<br />
R. Ng. Yosodipuro II (Raden Tumenggung Sastronegoro) ayah dari Bagus<br />
Burham. (Dari sumber lain menyebutkan bahwa R. Tumenggung Sastronegoro<br />
bukan ayah Bagus Burham tetapi kakeknya. Ayahnya bernama Mas Ngebehi<br />
Ronggowarsito Panewu Carik Kadipaten Anom). Dari silsilah tersebut<br />
diketahui bahwa Bagus Burham masih ada keturunan darah raja. Darah<br />
bangsawan yang biasanya sangat suka adu jago tetapi gemar melakukan tapa<br />
brata. Kesinilah Imam Kyai Besari mengarahkan. Disamping diberi pelajaran<br />
mengaji seperti murid yang lain maka Bagus Burham juga disuruh melakukan<br />
&#8220;tapa kungkum&#8221;. Dari sini terbukalah hati Bagus Burham. Dikeheningan<br />
malam, dengen gemriciknya suara air, diatasnya bintang-bintang<br />
berkelap-kelip seolah-oleh menyadarkan Bagus Burham yang usianya juga<br />
sudah semakin dewasa itu.<br />
Setelah menjalani tapa kungkum selama 40 hari lamanya maka Bagus Burham<br />
tumbuh menjadi anak yang pandai. Kyai Imam Besari tersenyum lega melihat<br />
perkembangan anak asuhnya yang paling bengal itu. Terapinya kena sekali.<br />
Padahal terapi itu hanya berdasarkan dongenn yang pernah didengarnya.<br />
Bahwa dahulu kala ada seorang pemuda yang bengal, nakal, penjudi, pemalas,<br />
perampok yang bernama Ken Arok. Namun karena ketekunan seorang pendidik<br />
yang bernama Loh Gawe maka akhirnya Ken Arok enjadi raja di Singosari.<br />
Menurunkan raja-raja besar di tanah Jawa. Dari Mojopahit sampai ke<br />
Surakarta semua menurut silsilah masih keturunan langsung dari Ken Arok.<br />
Dan R. Patah pun keturunan Ken Arok. Jadi Bagus Burham juga keturunan Ken<br />
Arok. Siapa tahu kenakalannya juga turunan yang dikelak kemudian hari akan<br />
menjadi orang yang luar biasa. Bagus Burham menjadi murid yang terpandai.<br />
Selama 4 tahun dipondok Tegalsari ilmu gurunya sudah terkuran habis. Tidak<br />
ada sisanya lagi. Kyai Imam Besari memuji keluhuran Tuhannya. Dia<br />
melimpahkan habis ilmunya kepada muridnya. Setelah dirasa cukup maka Bagus<br />
Burham kembali ke Surakarta. Oleh tuanya Bagus Burham disuruh langsung ke<br />
Demak untuk belajar mengenal sastra Arab dan kebatinan jawa pada Pangeran<br />
Kadilangu.<br />
Apakah ayahnya punya maksud agar kelak anaknya dapat menandingi kepandaian<br />
rajanya ?<br />
Bagus Burham seorang kutu buku yang luar biasa. Dengan bekal kepandaian<br />
yang dimiliki dari beberapa guru-gurunya, Bagus Burham kemudian menekuni<br />
soal kesusastraan Jawa serta peninggalan-peninggalan nenek moyang.<br />
Buku-buku berbahasa kawi kuna ditelaah dan dipelajarai sebaik-baiknya.<br />
Jiwa petualang masih juga membara dalam kalbunya. Dia seringkali<br />
mengadakan perjalanan dari satu daerah kedaerah yang lain. Bagus Burham<br />
meninjau tempat-tempat yang bersejarah, tempat-tempat yang mengandung<br />
nilai-nilai historis, tempat-tempat yang keramat, ke candi-candi dan<br />
tempat-tempat penting lainnya. Disembarang tempat dipelbagai daerah kalau<br />
dianggap ada orang yang memiliki kepandaian lebih maka tidak malu-malu<br />
Bagus Burham berguru para orang tersebut. Tidak peduli dia hanyalah<br />
seorang juru kunci atau orang biasa. Pada usia 18 tahun sebagaimana<br />
kebiasaan anak priyayi waktu itu ingin mengabdikan dirinya kepada keraton.<br />
Caranya haruslah dengan magang (pegawai percobaan) pada Kadipaten Anom.<br />
Jiwa senimannya atau darah kepujanggaannya terasa mengalir deras<br />
ditubuhnya. TIdak merasa puas dengan pekerjaan magang tersebut. Maka Bagus<br />
Burham mohon pamit sebab dirasa tidak ada kemajuan. Dia ingin mengembara<br />
ingin bertualan menuruti gejolak darah senimannya. Hampir seluruh pelosok<br />
pulau Jawa telah dijelajahi oleh Bagus Burham. Bahkan juga luar jawa<br />
sepeti Bali, Lombok, Ujung Pandang, Banjarmasin bahkan ada sumber yang<br />
mengatakan pengembaraan Bagus Burham sampai di India dan Srilanka. Melihat<br />
perjalanan hidupnya seperti tersebut diatas pantaslah kalau Bagus Burham<br />
menjadi manusia yang kritis menghadapi suatu persoalan. (Ungkapan<br />
perasaannya tampak ada karyanya &#8221; Serat Kala Tida &#8220;.<br />
Pulang dari pengembarannya Bagus Burham kawin. Karena sang mertua diangkat<br />
menjadi Bupati di Kediri maka Bagus Burhampun mengikuti ke Kediri.<br />
Ditempat tersebut yang terkenal sebagai tempat bersejarah banyak<br />
peninggalan-peninggalan dari jaman terdahulu. Di Kediri pernah berdiri<br />
kerajaan besar dimana salah satu rajanya adalah Sang Prabu Joyoboyo. Waktu<br />
sang prabu berkuasa agaknya keadaan negara sangat tenteram dan damai<br />
terbukti lahirnya beberapa karya sastra besar. Sang Prabu memerintahkan<br />
kepada Empu Sedah dan Empu Panuluh agar menceritakan kembali atau menyusun<br />
ceritera BARATAYUDAHA dalam bahasa yang lebih muda diambil dari buku Maha<br />
Barata asli dari India. Demikian indahnya gubahan tersebut sehingga banyak<br />
yang mengira bahwa kejadian itu terjadi di tanah Jawa. Sebelum raja<br />
Joyoboyo, di Kediri juga lahir hasil sastra yang tinggi mutunya. Smara<br />
Dahana kitab karya Empu Darmaja, juga buku Sumana Sentaka karya Triguna<br />
merupakan hasil sastra yang sulit dicari bandingannya. Di daerah yang<br />
seperti itu tentu saja banyak peninggalan-peninggalan berupan<br />
rontal-rontal yang dimiliki penduduk warisan dari nenek moyang. Dengan<br />
tekun Bagus Burham di Kediri waktunya dihabiskan untuk mempelajari<br />
rontal-rontal yang dapat dikumpulkan dari perbagai daerah. Dari<br />
rontal-rontal, pengalaman/pengetahuan selama mengembara dan berguru itulah<br />
dia dapat menimba pelbagai ilmu.<br />
Baru setelah Bagus Burham berumur 38 tahun mulai produktif dengan karya<br />
sastranya. Dan pada tahun 1844 pihak keraton mengangkat menjadi Kliwon<br />
Carik dan disyahkan menjadi Pujangga Keraton. Namanya Raden Ngabehi<br />
Ronggowarsito dan semakin tenar. Kariernya tidak licin sebab agaknya juga<br />
dipengaruhi bahwa orang tuanya (Raden Tumenggung Sastronegoro) dianggap<br />
bersalah kepada kompeni Belanda sebab pernah merencanakan akan menggempur<br />
benteng Kompeni diwaku jaman pemberontakan Diponegoro (1825-1830).<br />
Akhirnya R.T. Sastronegoro dibuang dan makamnya ada di Jakarta.</p>
<p>SERAT JOKO LODANG<br />
Gambuh<br />
1. Jaka Lodang gumandhul<br />
Praptaning ngethengkrang sru muwus<br />
Eling-eling pasthi karsaning Hyang Widhi<br />
Gunung mendhak jurang mbrenjul<br />
Ingusir praja prang kasor</p>
<p>Joko Lodang datang berayun-ayun diantara dahan-dahan pohon<br />
kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras.<br />
Ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak Tuhan<br />
bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah<br />
sedangkan jurang yang curam akan tampil kepermukaan<br />
(akan terjadi wolak waliking jaman), karena kalah perang maka akan diusir<br />
dari negerinya.</p>
<p>2.Nanging awya kliru<br />
Sumurupa kanda kang tinamtu<br />
Nadyan mendak mendaking gunung wis pasti<br />
Maksih katon tabetipun<br />
Beda lawan jurang gesong</p>
<p>Namun jangan salah terima menguraikan kata-kata ini.<br />
Sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalau gunung<br />
akan tetap masih terlihat bekasnya.<br />
Lain sekali dengan jurang yang curam.<br />
3. Nadyan bisa mbarenjul<br />
Tanpa tawing enggal jugrugipun<br />
Kalakone karsaning Hyang wus pinasti<br />
Yen ngidak sangkalanipun<br />
Sirna tata estining wong</p>
<p>Jurang yang curam itu meskipun dapat melembung,<br />
namun kalau tidak ada tanggulnya sangat rawan dan mudah longsor.<br />
(Ket. Karena ini hasil sastra maka tentu saja multi dimensi.<br />
Yang dimaksud dengan jurang dan gunung bukanlah pisik<br />
tetapi hanyalah sebagai yang dilambangkan).<br />
Semuanya yang dituturkan diatas sudah menjadi kehendak Tuhan<br />
akan terjadi pada tahun Jawa 1850.<br />
(Sirna=0, Tata=5, Esthi=8 dan Wong=1).<br />
Tahun Masehi kurang lebih 1919-1920.</p>
<p>Sinom<br />
1. Sasedyane tanpa dadya<br />
Sacipta-cipta tan polih<br />
Kang reraton-raton rantas<br />
Mrih luhur asor pinanggih<br />
Bebendu gung nekani<br />
Kongas ing kanistanipun<br />
Wong agung nis gungira<br />
Sudireng wirang jrih lalis<br />
Ingkang cilik tan tolih ring cilikira</p>
<p>Waktu itu seluruh kehendaki tidak ada yang terwujud,<br />
apa yang dicita-citakan buyar, apa yang dirancang berantakan,<br />
segalanya salah perhitungan, ingin menang malah kalah,<br />
karena datangnya hukuman (kutukan) yang berat dari Tuhan.<br />
Yang tampak hanyalah perbuatan-perbuatan tercela.<br />
Orang besar kehilangan kebesarannya, lebih baik tercemar nama daripada<br />
mati,<br />
sedangkan yang kecil tidak mau mengerti akan keadaannya.</p>
<p>2. Wong alim-alim pulasan<br />
Njaba putih njero kuning<br />
Ngulama mangsah maksiat<br />
Madat madon minum main<br />
Kaji-kaji ambataning<br />
Dulban kethu putih mamprung<br />
Wadon nir wadorina<br />
Prabaweng salaka rukmi<br />
Kabeh-kabeh mung marono tingalira</p>
<p>Banyak orang yang tampaknya alim, tetapi hanyalah semu belaka.<br />
Diluar tampak baik tetapi didalamnya tidak.<br />
Banyak ulama berbuat maksiat.<br />
Mengerjakan madat, madon minum dan berjudi.<br />
Para haji melemparkan ikat kepala hajinya.<br />
Orang wanita kehilangan kewanitaannya karena terkena pengaruh harta benda.<br />
Semua saja waktu itu hanya harta bendalah yang menjadi tujuan.</p>
<p>3. Para sudagar ingargya<br />
Jroning jaman keneng sarik<br />
Marmane saisiningrat<br />
Sangsarane saya mencit<br />
Nir sad estining urip<br />
Iku ta sengkalanipun<br />
Pantoging nandang sudra<br />
Yen wus tobat tanpa mosik<br />
Sru nalangsa narima ngandel ing suksma</p>
<p>Hanya harta bendalah yang dihormati pada jaman tersebut.<br />
Oleh karena itu seluruh isi dunia penderitaan kesengsaraannya makin<br />
menjadi-jadi.<br />
Tahun Jawa menunjuk tahun 1860 (Nir=0, Sad=6, Esthining=8, Urip=1).<br />
Tahun Masehi kurang lebih tahun 1930.<br />
Penghabisan penderitaan bila semua sudah mulai bertobat dan menyerahkan<br />
diri<br />
kepada kekuasaan Tuhan seru sekalian alam.</p>
<p>Megatruh<br />
1. Mbok Parawan sangga wang duhkiteng kalbu<br />
Jaka Lodang nabda malih<br />
Nanging ana marmanipun<br />
Ing waca kang wus pinesthi<br />
Estinen murih kelakon</p>
<p>Mendengar segalanya itu Mbok Perawan merasa sedih.<br />
Kemudian Joko Lodang berkata lagi :<br />
&#8220;Tetapi ketahuilah bahwa ada hukum sebab musabab,<br />
didalam ramalan yang sudah ditentukan haruslah diusahakan supaya<br />
segera dan dapat terjadi &#8220;.</p>
<p>2. Sangkalane maksih nunggal jamanipun<br />
Neng sajroning madya akir<br />
Wiku Sapta ngesthi Ratu<br />
Adil parimarmeng dasih<br />
Ing kono kersaning Manon</p>
<p>Jamannya masih sama pada akhir pertengahan jaman.<br />
Tahun Jawa 1877 (Wiku=7, Sapta=7, Ngesthi=8, Ratu=1).<br />
Bertepatan dengan tahun Masehi 1945.<br />
Akan ada keadilan antara sesama manusia. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan.</p>
<p>3. Tinemune wong ngantuk anemu kethuk<br />
Malenuk samargi-margi<br />
Marmane bungah kang nemu<br />
Marga jroning kethuk isi<br />
Kencana sesotya abyor</p>
<p>Diwaktu itulah seolah-olah orang yang mengantuk mendapat kethuk (gong<br />
kecil)<br />
yang berada banyak dijalan.<br />
Yang mendapat gembira hatinya sebab didalam benda tersebut<br />
isinya tidak lain emas dan kencana.</p>
<p>SERAT SABDO JATI<br />
Megatruh<br />
1. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu<br />
MarGAne suka basuki<br />
Dimen luWAR kang kinayun<br />
Kalising panggawe SIsip<br />
Ingkang TAberi prihatos</p>
<p>Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan,<br />
agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala<br />
cita-cita,<br />
terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar<br />
prihatin.</p>
<p>2. Ulatna kang nganti bisane kepangguh<br />
Galedehan kang sayekti<br />
Talitinen awya kleru<br />
Larasen sajroning ati<br />
Tumanggap dimen tumanggon</p>
<p>Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama,<br />
intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati,<br />
agar mudah menanggapi sesuatu.</p>
<p>3. Pamanggone aneng pangesthi rahayu<br />
Angayomi ing tyas wening<br />
Eninging ati kang suwung<br />
Nanging sejatining isi<br />
Isine cipta sayektos</p>
<p>Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan,<br />
mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini<br />
kosong<br />
namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati.</p>
<p>4. Lakonana klawan sabaraning kalbu<br />
Lamun obah niniwasi<br />
Kasusupan setan gundhul<br />
Ambebidung nggawa kendhi<br />
Isine rupiah kethon</p>
<p>Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran.<br />
Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan)<br />
akan menderita kehancuran. Kemasukan setan gundul,<br />
yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak.</p>
<p>5. Lamun nganti korup mring panggawe dudu<br />
Dadi panggonaning iblis<br />
Mlebu mring alam pakewuh<br />
Ewuh mring pananing ati<br />
Temah wuru kabesturon</p>
<p>Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan,<br />
sudah jelas akan menjadi sarang iblis, senantiasa mendapatkan<br />
kesulitas-kesulitan, kerepotan-kerepotan, tidak dapat berbuat dengan<br />
itikad hati yang baik,<br />
seolah-olah mabuk kepayang.</p>
<p>6. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu<br />
Hayuning tyas sipat kuping<br />
Kinepung panggawe rusuh<br />
Lali pasihaning Gusti<br />
Ginuntingan dening Hyang Manon</p>
<p>Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan<br />
yang menuju kepada kebajikan. Segala yang baik-baik lari dari dirinya,<br />
sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek.<br />
Sudah melupakan Tuhannya. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping.</p>
<p>7. Parandene kabeh kang samya andulu<br />
Ulap kalilipen wedhi<br />
Akeh ingkang padha sujut<br />
Kinira yen Jabaranil<br />
Kautus dening Hyang Manon</p>
<p>Namun demikian yang melihat, bagaikan matanya kemasukan pasir,<br />
tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat, sehingga<br />
yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan.</p>
<p>8. Yeng kang uning marang sejatining dawuh<br />
Kewuhan sajroning ati<br />
Yen tiniru ora urus<br />
Uripe kaesi-esi<br />
Yen niruwa dadi asor</p>
<p>Namun bagi yang bijaksana, sebenarnya repot didalam pikiran<br />
melihat contoh-contoh tersebut. Bila diikuti hidupnya akan<br />
tercela akhirnya menjadi sengsara.</p>
<p>9. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung<br />
Anggelar sakalir-kalir<br />
Kalamun temen tinemu<br />
Kabegjane anekani<br />
Kamurahane Hyang Manon</p>
<p>Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan, yang menitahkan bumi dan<br />
langit, siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan<br />
kebahagiaan. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya.</p>
<p>10. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun<br />
Yen temen-temen sayekti<br />
Dewa aparing pitulung<br />
Nora kurang sandhang bukti<br />
Saciptanira kelakon</p>
<p>Segala permintaan umatNya akan selalu diberi, bila dilakukan dengan<br />
setulus hati.<br />
Tuhan akan selalu memberi pertolongan, sandang pangan tercukupi<br />
segala cita-cita dan kehendaknya tercapai.</p>
<p>11. Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur<br />
Saka pengunahing Widi<br />
Ambuka warananipun<br />
Aling-aling kang ngalingi<br />
Angilang satemah katon</p>
<p>Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung<br />
yang termasuk rahasia Tuhan, sehingga dapat diketahui.</p>
<p>12. Para jalma sajroning jaman pakewuh<br />
Sudranira andadi<br />
Rahurune saya ndarung<br />
Keh tyas mirong murang margi<br />
Kasekten wus nora katon</p>
<p>Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan,<br />
cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela,<br />
makin menjadi-jadi, banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan<br />
diatas riil kebenaran, keagungan jiwa sudah tidak tampak.</p>
<p>13. Katuwane winawas dahat matrenyuh<br />
Kenyaming sasmita sayekti<br />
Sanityasa tyas malatkunt<br />
Kongas welase kepati<br />
Sulaking jaman prihatos</p>
<p>Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin, merasakan ramalan<br />
tersebut,<br />
senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut.</p>
<p>14. Waluyane benjang lamun ana wiku<br />
Memuji ngesthi sawiji<br />
Sabuk tebu lir majenum<br />
Galibedan tudang tuding<br />
Anacahken sakehing wong</p>
<p>Jaman yang repot itu akan selesai kelak bila sudah mencapat tahun 1877<br />
(Wiku=7, Memuji=7, Ngesthi=8, Sawiji=1. Itu bertepatan dengan tahun Masehi<br />
1945).<br />
Ada orang yang berikat pinggang tebu perbuatannya seperti orang gila,<br />
hilir mudik menunjuk kian kemari, menghitung banyaknya orang.</p>
<p>15. Iku lagi sirap jaman Kala Bendu<br />
Kala Suba kang gumanti<br />
Wong cilik bisa gumuyu<br />
Nora kurang sandhang bukti<br />
Sedyane kabeh kelakon</p>
<p>Disitulah baru selesai Jaman Kala Bendu. Diganti dengan jaman Kala Suba.<br />
Dimana diramalkan rakyat kecil bersuka ria, tidak kekurangan sandang dan<br />
makan<br />
seluruh kehendak dan cita-citanya tercapai.</p>
<p>16. Pandulune Ki Pujangga durung kemput<br />
Mulur lir benang tinarik<br />
Nanging kaseranging ngumur<br />
Andungkap kasidan jati<br />
Mulih mring jatining enggon</p>
<p>Sayang sekali &#8220;pengelihatan&#8221; Sang Pujangga belum sampai selesai,<br />
bagaikan menarik benang dari ikatannya.<br />
Namun karena umur sudah tua sudah merasa hampir<br />
datang saatnya meninggalkan dunia yang fana ini.</p>
<p>17.Amung kurang wolung ari kang kadulu<br />
Tamating pati patitis<br />
Wus katon neng lokil makpul<br />
Angumpul ing madya ari<br />
Amerengi Sri Budha Pon</p>
<p>Yang terlihat hanya kurang 8 hai lagi, sudah sampai waktunya,<br />
kembali menghadap Tuhannya. Tepatnya pada hari Rabu Pon.</p>
<p>18. Tanggal kaping lima antarane luhur<br />
Selaning tahun Jimakir<br />
Taluhu marjayeng janggur<br />
Sengara winduning pati<br />
Netepi ngumpul sak enggon</p>
<p>Tanggal 5 bulan Sela<br />
(Dulkangidah) tahun Jimakir Wuku Tolu,<br />
Windu Sengara (atau tanggal 24 Desember 1873)<br />
kira-kira waktu Lohor, itulah saat yang ditentukan<br />
sang Pujangga kembali menghadap Tuhan.</p>
<p>19. Cinitra ri budha kaping wolulikur<br />
Sawal ing tahun Jimakir<br />
Candraning warsa pinetung<br />
Sembah mekswa pejangga ji<br />
Ki Pujangga pamit layoti</p>
<p>Karya ini ditulis dihari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802.<br />
(Sembah=2, Muswa=0, Pujangga=8, Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi<br />
1873).<br />
SERAT KALATIDA<br />
Sinom<br />
1. Mangkya darajating praja<br />
Kawuryan wus sunyaturi<br />
Rurah pangrehing ukara<br />
Karana tanpa palupi<br />
Atilar silastuti<br />
Sujana sarjana kelu<br />
Kalulun kala tida<br />
Tidhem tandhaning dumadi<br />
Ardayengrat dene karoban rubeda</p>
<p>Keadaan negara waktu sekarang, sudah semakin merosot.<br />
Situasi (keadaan tata negara) telah rusah, karena sudah tak ada yang dapat<br />
diikuti lagi.<br />
Sudah banyak yang meninggalkan petuah-petuah/aturan-aturan lama.<br />
Orang cerdik cendekiawan terbawa arus Kala Tidha (jaman yang penuh<br />
keragu-raguan).<br />
Suasananya mencekam. Karena dunia penuh dengan kerepotan.</p>
<p>2. Ratune ratu utama<br />
Patihe patih linuwih<br />
Pra nayaka tyas raharja<br />
Panekare becik-becik<br />
Paranedene tan dadi<br />
Paliyasing Kala Bendu<br />
Mandar mangkin andadra<br />
Rubeda angrebedi<br />
Beda-beda ardaning wong saknegara</p>
<p>Sebenarnya rajanya termasuk raja yang baik,<br />
Patihnya juga cerdik, semua anak buah hatinya baik, pemuka-pemuka<br />
masyarakat baik,<br />
namun segalanya itu tidak menciptakan kebaikan.<br />
Oleh karena daya jaman Kala Bendu.<br />
Bahkan kerepotan-kerepotan makin menjadi-jadi.<br />
Lain orang lain pikiran dan maksudnya.</p>
<p>3.Katetangi tangisira<br />
Sira sang paramengkawi<br />
Kawileting tyas duhkita<br />
Katamen ing ren wirangi<br />
Dening upaya sandi<br />
Sumaruna angrawung<br />
Mangimur manuhara<br />
Met pamrih melik pakolih<br />
Temah suka ing karsa tanpa wiweka</p>
<p>Waktu itulah perasaan sang Pujangga menangis, penuh kesedihan,<br />
mendapatkan hinaan dan malu, akibat dari perbuatan seseorang.<br />
Tampaknya orang tersebut memberi harapan menghibur<br />
sehingga sang Pujangga karena gembira hatinya dan tidak waspada.</p>
<p>4.Dasar karoban pawarta<br />
Bebaratun ujar lamis<br />
Pinudya dadya pangarsa<br />
Wekasan malah kawuri<br />
Yan pinikir sayekti<br />
Mundhak apa aneng ngayun<br />
Andhedher kaluputan<br />
Siniraman banyu lali<br />
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka</p>
<p>Persoalannya hanyalah karena kabar angin yang tiada menentu.<br />
Akan ditempatkan sebagai pemuka tetapi akhirnya sama sekali tidak benar,<br />
bahkan tidak mendapat perhatian sama sekali.<br />
Sebenarnya kalah direnungkan, apa sih gunanya menjadi pemuka/pemimpin ?<br />
Hanya akan membuat kesalahan-kesalahan saja.<br />
Lebih-lebih bila ketambahan lupa diri, hasilnya tidak lain hanyalah<br />
kerepotan.</p>
<p>5. Ujaring panitisastra<br />
Awewarah asung peling<br />
Ing jaman keneng musibat<br />
Wong ambeg jatmika kontit<br />
Mengkono yen niteni<br />
Pedah apa amituhu<br />
Pawarta lolawara<br />
Mundhuk angreranta ati<br />
Angurbaya angiket cariteng kuna</p>
<p>Menurut buku Panitisastra (ahli sastra), sebenarnya sudah ada peringatan.<br />
Didalam jaman yang penuh kerepotan dan kebatilan ini, orang yang berbudi<br />
tidak terpakai.<br />
Demikianlah jika kita meneliti. Apakah gunanya meyakini kabar angin<br />
akibatnya hanya akan menyusahkan hati saja. Lebih baik membuat karya-karya<br />
kisah jaman dahulu kala.</p>
<p>6. Keni kinarta darsana<br />
Panglimbang ala lan becik<br />
Sayekti akeh kewala<br />
Lelakon kang dadi tamsil<br />
Masalahing ngaurip<br />
Wahaninira tinemu<br />
Temahan anarima<br />
Mupus pepesthening takdir<br />
Puluh-Puluh anglakoni kaelokan</p>
<p>Membuat kisah lama ini dapat dipakai kaca benggala,<br />
guna membandingkan perbuatan yang salah dan yang betul.<br />
Sebenarnya banyak sekali contoh -contoh dalam kisah-kisah lama,<br />
mengenai kehidupan yang dapat mendinginkan hati, akhirnya &#8220;nrima&#8221;<br />
dan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan.<br />
Yah segalanya itu karena sedang mengalami kejadian yang aneh-aneh.</p>
<p>7. Amenangi jaman edan<br />
Ewuh aya ing pambudi<br />
Milu edan nora tahan<br />
Yen tan milu anglakoni<br />
Boya kaduman melik<br />
Kaliren wekasanipun<br />
Ndilalah karsa Allah<br />
Begja-begjane kang lali<br />
Luwih begja kang eling lawan waspada</p>
<p>Hidup didalam jaman edan, memang repot.<br />
Akan mengikuti tidak sampai hati, tetapi kalau tidak mengikuti geraknya<br />
jaman<br />
tidak mendapat apapun juga. Akhirnya dapat menderita kelaparan.<br />
Namun sudah menjadi kehendak Tuhan. Bagaimanapun juga walaupun orang yang<br />
lupa itu bahagia namun masih lebih bahagia lagi orang yang senantiasa<br />
ingat dan waspada.</p>
<p>8. Semono iku bebasan<br />
Padu-padune kepengin<br />
Enggih mekoten man Doblang<br />
Bener ingkang angarani<br />
Nanging sajroning batin<br />
Sejatine nyamut-nyamut<br />
Wis tuwa arep apa<br />
Muhung mahas ing asepi<br />
Supayantuk pangaksamaning Hyang Suksma</p>
<p>Yah segalanya itu sebenarnya dikarenakan keinginan hati. Betul bukan ?<br />
Memang benar kalau ada yang mengatakan demikian.<br />
Namun sebenarnya didalam hati repot juga. Sekarang sudah tua,<br />
apa pula yang dicari. Lebih baik menyepi diri agar mendapat ampunan dari<br />
Tuhan.</p>
<p>9.Beda lan kang wus santosa<br />
Kinarilah ing Hyang Widhi<br />
Satiba malanganeya<br />
Tan susah ngupaya kasil<br />
Saking mangunah prapti<br />
Pangeran paring pitulung<br />
Marga samaning titah<br />
Rupa sabarang pakolih<br />
Parandene maksih taberi ikhtiyar</p>
<p>Lain lagi bagi yang sudah kuat. Mendapat rakhmat Tuhan.<br />
Bagaimanapun nasibnya selalu baik.<br />
Tidak perlu bersusah payah tiba-tiba mendapat anugerah.<br />
Namun demikian masih juga berikhtiar.</p>
<p>10. Sakadare linakonan<br />
Mung tumindak mara ati<br />
Angger tan dadi prakara<br />
Karana riwayat muni<br />
Ikhtiyar iku yekti<br />
Pamilihing reh rahayu<br />
Sinambi budidaya<br />
Kanthi awas lawan eling<br />
Kanti kaesthi antuka parmaning Suksma</p>
<p>Apapun dilaksanakan. Hanya membuat kesenangan pokoknya tidak menimbulkan<br />
persoalan.<br />
Agaknya ini sesuai dengan petuah yang mengatakan bahwa manusia itu wajib<br />
ikhtiar,<br />
hanya harus memilih jalan yang baik.<br />
Bersamaan dengan usaha tersebut juga harus awas dan<br />
waspada agar mendapat rakhmat Tuhan.</p>
<p>11. Ya Allah ya Rasulullah<br />
Kang sipat murah lan asih<br />
Mugi-mugi aparinga<br />
Pitulung ingkang martani<br />
Ing alam awal akhir<br />
Dumununging gesang ulun<br />
Mangkya sampun awredha<br />
Ing wekasan kadi pundi<br />
Mula mugi wontena pitulung Tuwan</p>
<p>Ya Allah ya Rasulullah, yang bersifat murah dan asih,<br />
mudah-mudahan memberi pertolongan kepada hambamu disaat-saat menjelang<br />
akhir ini.<br />
Sekarang kami telah tua, akhirnya nanti bagaimana.<br />
Hanya Tuhanlah yang mampu menolong kami.</p>
<p>12. Sageda sabar santosa<br />
Mati sajroning ngaurip<br />
Kalis ing reh aruraha<br />
Murka angkara sumingkir<br />
Tarlen meleng malat sih<br />
Sanityaseng tyas mematuh<br />
Badharing sapudhendha<br />
Antuk mayar sawetawis<br />
BoRONG angGA saWARga meSI marTAya</p>
<p>Mudah-mudahan kami dapat sabar dan sentosa,<br />
seolah-olah dapat mati didalam hidup.<br />
Lepas dari kerepotan serta jauh dari keangakara murkaan.<br />
Biarkanlah kami hanya memohon karunia pada MU agar mendapat ampunan<br />
sekedarnya.<br />
Kemudian kami serahkan jiwa dan raga dan kami.</p>
<p>SABDA TAMA<br />
Gambuh<br />
1. Rasaning tyas kayungyun<br />
Angayomi lukitaning kalbu<br />
Gambir wanakalawan hening ing ati<br />
Kabekta kudu pitutur<br />
Sumingkiring reh tyas mirong</p>
<p>Tumbuhlah suatu keinginan melahirkan perasaan dengan hati yang hening<br />
disebabkan ingin memberikan petuah-petuah agar dapat menyingkirkan hal-hal<br />
yang salah.</p>
<p>2. Den samya amituhu<br />
Ing sajroning Jaman Kala Bendu<br />
Yogya samyanyenyuda hardaning ati<br />
Kang anuntun mring pakewuh<br />
Uwohing panggawe awon</p>
<p>Diharap semuanya maklum bahwa dijaman Kala Bendu<br />
sebaiknya mengurangi nafsu pribadi yang akan membenturkan kepada<br />
kerepotan.<br />
Hasilnya hanyalah perbuatan yang buruk.</p>
<p>3.Ngajapa tyas rahayu<br />
Nyayomana sasameng tumuwuh<br />
Wahanane ngendhakke angkara klindhih<br />
Ngendhangken pakarti dudu<br />
Dinulu luwar tibeng doh</p>
<p>Sebaiknya senantiasa berbuat menuju kepada hal-hal yang baik.<br />
Dapat memberi perlindungan kepada siapapun juga.<br />
Perbuatan demikian akan melenyapkan angkara murka,<br />
melenyapkan perbuatan yang bukan-bukan dan terbuang jauh.</p>
<p>4. Beda kang ngaji mumpung<br />
Nir waspada rubedane tutut<br />
Kakinthilan manggon anggung atut wuri<br />
Tyas riwut ruwet dahuru<br />
Korup sinerung agoroh</p>
<p>Hal ini memang lain dengan yang ngaji pumpung.<br />
Hilang kewaspadaannya dan kerepotanlah yang selalu dijumpai,<br />
selalu mengikuti hidupnya. Hati senantiasa ruwet karena selalu berdusta.</p>
<p>5. Ilang budayanipun<br />
Tanpa bayu weyane ngalumpuk<br />
Sakciptane wardaya ambebayani<br />
Ubayane nora payu<br />
Kari ketaman pakewoh</p>
<p>Lenyap kebudayaannya. Tidak memiliki kekuatan dan ceroboh.<br />
Apa yang dipikir hanyalah hal-hal yang berbahaya.<br />
Sumpah dan janji hanyalah dibibir belaka tidak seorangpun mempercayainya.<br />
Akhirnya hanyalah kerepotan saja.</p>
<p>6. Rong asta wus katekuk<br />
Kari ura-ura kang pakantuk<br />
Dandanggula lagu palaran sayekti<br />
Ngleluri para leluhur<br />
Abot ing sih swami karo</p>
<p>Sudah tidak berdaya. Hanya tinggallah berdendang.<br />
Mendendangkan lagu dandang gula palaran hasil karya nenek moyang dahulu<br />
kala,<br />
betapa beratnya hidup ini seperti orang dimadu saja.</p>
<p>7. Galak gangsuling tembung<br />
Ki Pujangga panggupitanipun<br />
Rangu-rangu pamanguning reh harjanti<br />
Tinanggap prana tumambuh<br />
Katenta nawung prihatos</p>
<p>Ki Pujangga didalam membuat karyanya mungkin ada kelebihan dan<br />
kekurangannya.<br />
Olah karena itu ada perasaan ragu-ragu dan khawatir,<br />
barangkali terdapat kesalahan/kekeliruan tafsir, sebab sedang prihatin.</p>
<p>8. Wartine para jamhur<br />
Pamawasing warsita datan wus<br />
Wahanane apan owah angowahi<br />
Yeku sansaya pakewuh<br />
Ewuh aya kang linakon</p>
<p>Menurut pendapat para ahli, wawasan mereka keadaan selalu berubah-ubah.<br />
Meningkatkan kerepotan apa pula yang hendak dijalankan.</p>
<p>9. Sidining Kala Bendu<br />
Saya ndadra hardaning tyas limut<br />
Nora kena sinirep limpating budi<br />
Lamun durung mangsanipun<br />
Malah sumuke angradon</p>
<p>Azabnya jaman Kala Bendu, makin menjadi-jadi nafsu angkara murka.<br />
Tidak mungkin dikalahkan oleh budi yang baik.<br />
Bila belum sampai saatnya akibatnya bahkan makin luar biasa.</p>
<p>10. Ing antara sapangu<br />
Pangungaking kahanan wus mirud<br />
Morat-marit panguripaning sesami<br />
Sirna katentremanipun<br />
Wong udrasa sak anggon-anggon</p>
<p>Sementara itu keadaan sudah semakin tidak karu-karuwan,<br />
penghidupan semakin morat-marit, tidak ketenteraman lagi, kesedihan<br />
disana-sini.</p>
<p>11. Kemang isarat lebur<br />
Bubar tanpa daya kabarubuh<br />
Paribasan tidhem tandhaning dumadi<br />
Begjane ula dahulu<br />
Cangkem silite angaplok</p>
<p>Segala dosa dan cara hancur lebur, seolah-olah hati dikuasai ketakutan.<br />
Yang beruntung adalah ular berkepala dua, sebab kepala serta buntutnya<br />
dapat makan.</p>
<p>12. Ndhungkari gunung-gunung<br />
Kang geneng-geneng padha jinugrug<br />
Parandene tan ana kang nanggulangi<br />
Wedi kalamun sinembur<br />
Upase lir wedang umob</p>
<p>Gunung-gunung digempur, yang besar-besar dihancurkan<br />
meskipun demikian tidak ada yang berani melawan.<br />
Sebab mereka takut kalau disembur (disemprot ular) berbisa.<br />
Bisa racun ular itu bagaikan air panas.</p>
<p>13. Kalonganing kaluwung<br />
Prabanira kuning abang biru<br />
Sumurupa iku mung soroting warih<br />
Wewarahe para Rasul<br />
Dudu jatining Hyang Manon</p>
<p>Tetapi harap diketahui bahwa lengkungan pelangi yang<br />
berwarna kuning merah dan biru sebenarnya hanyalah cahaya pantulan air.<br />
Menurut ajaran Nabi itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya.</p>
<p>14. Supaya pada emut<br />
Amawasa benjang jroning tahun<br />
Windu kuning kono ana wewe putih<br />
Gegamane tebu wulung<br />
Arsa angrebaseng wedhon</p>
<p>Agar diingat-ingat. Kelak bila sudah menginjak tahun windu kuning<br />
(Kencana) akan ada wewe putih (setan putih), yang bersenjatakan tebu hitam<br />
akan menghancurkan wedhon (pocongan setan).<br />
(Sebuah ramalan yang perlu dipecahkan).</p>
<p>15. Rasa wes karasuk<br />
Kesuk lawan kala mangsanipun<br />
Kawises kawasanira Hyang Widhi<br />
Cahyaning wahyu tumelung<br />
Tulus tan kena tinegor</p>
<p>Agaknya sudah sampai waktunya, karena kekuasaan Tuhan telah datang jaman<br />
kebaikan, tidak mungkin dihindari lagi.</p>
<p>16, Karkating tyas katuju<br />
Jibar-jibur adus banyu wayu<br />
Yuwanane turun-temurun tan enting<br />
Liyan praja samyu sayuk<br />
Keringan saenggon-enggon</p>
<p>Kehendak hati pada waktu tersebut hanya didasarkan kepada ketentraman<br />
sampai ke anak cucu. Negara-negara lain rukun sentosa dan dihormati<br />
dimanapun.</p>
<p>17. Tatune kabeh tuntun<br />
Lelarane waluya sadarum<br />
Tyas prihatin ginantun suka mrepeki<br />
Wong ngantuk anemu kethuk<br />
Isine dinar sabokor</p>
<p>Segala luka-luka (penderitaan) sudah hilang.<br />
Perasaan prihatin berobah menjadi gembira ria.<br />
Orang yang sedang mengantuk menemukan kethuk (gong kecil)<br />
yang berisi emas kencana sebesar bokor.</p>
<p>18. Amung padha tinumpuk<br />
Nora ana rusuh colong jupuk<br />
Raja kaya cinancangan angeng nyawi<br />
Tan ana nganggo tinunggu<br />
Parandene tan cinolong</p>
<p>Semua itu hanya ditumpuk saja, tidak ada yang berbuat curang maupun yang<br />
mengambil. Hewan piraan diikat diluar tanpa ditunggu namun tidak ada yang<br />
dicuri.</p>
<p>19. Diraning durta katut<br />
Anglakoni ing panggawe runtut<br />
Tyase katrem kayoman hayuning budi<br />
Budyarja marjayeng limut<br />
Amawas pangesthi awon</p>
<p>Yang tadinya berbuat angkara sekarang ikut pula berbuat yang baik-baik.<br />
Perasaannya terbawa oleh kebaikan budi. Yang baik dapat menghancurkan yang<br />
jelek.</p>
<p>20. Ninggal pakarti dudu<br />
Pradapaning parentah ginugu<br />
Mring pakaryan saregep tetep nastiti<br />
Ngisor dhuwur tyase jumbuh<br />
Tan ana wahon winahon</p>
<p>Banyak yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang kurang baik. Mengikuti<br />
peraturan-peraturan pemerintah. Semuanya rajin mengerjakan tugasnya<br />
masing-masing. Yang dibawah maupun yang diatas hatinya sama saja. Tidak<br />
ada yang saling mencela.</p>
<p>21.Ngratani sapraja agung<br />
Keh sarjana sujana ing kewuh<br />
Nora kewran mring caraka agal alit<br />
Pulih duk jaman runuhun<br />
Tyase teteg teguh tanggon</p>
<p>Keadaan seperti itu terjadi diseluruh negeri. Banyak sekali orang-orang<br />
ahli dalam bidang surat menyurat. Kembali seperti dijaman dahulu kala.<br />
Semuanya berhati baja.</p>
<p>RAMALAN JOYOBOYO</p>
<p>Badan Penerbit Kwa Giok Djing, Kudus,<br />
Sapta Pujangga dan Sejarah Indonesia, hal. 55-68</p>
<p>Rawa dadi pada dadi bera<br />
Iblis jalma manungsa<br />
Iblis menjelis<br />
manungsa sara<br />
Wong salah bungah-bungah<br />
Wong bener thenger-thenger.<br />
Miturut ramalan saka Prabu Noto Aji Joyoboyo, yen wiwit Tanah Jawa diisi<br />
manungsa kaping pindone sahingga besuk tekane Kiamat Kubra (gantining<br />
Jaman), arep ngalami 2100 Taun Surya utawa 2163 taun candra, kang kabagi<br />
dadi telung periode jaman gedhe utawa diwastani TRIKALI.</p>
<p>Periode Jaman gedhe mau siji-sijine kabagi meneh dadi Pitung Jaman Cilik<br />
utawa kang kasebut SAPTA MALOKO.<br />
Trikali kabagi dadi telu yaiku :<br />
1.      Kalisura (Jaman Alam Kaluhuran) suwene 700 Taun Surya.<br />
2.      Kalijaga (Jaman Panguripan) suwene 700 Taun Surya.<br />
3.      Kalisengoro (Jaman Ngalam Tirta) suwene 700 Taun Surya<br />
.Ing kene sing arep dibahas namung Kalisengoro, sawijineng Trikali kang<br />
pungkasan.</p>
<p>Kalisengoro kabagi dadi Sapta Maloko, yaiku :<br />
1. Kalajangga (Jaman Kembang Gadung)<br />
2. Kalasekti (Jaman Kuasa)<br />
3. Kalajaya (Jaman Hunggul)<br />
4. Kalabendu (Jaman sengsara lan Angkaramurka)<br />
5. Kalisuba (Jaman Kamulyan)<br />
6. Kalisumbaga (Jaman Kasohor)<br />
7. Kalisurata (Jaman Alus)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wongmakam.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wongmakam.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmakam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmakam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmakam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmakam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmakam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmakam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmakam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmakam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmakam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmakam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmakam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmakam.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmakam.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmakam.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmakam.wordpress.com&amp;blog=2583788&amp;post=22&amp;subd=wongmakam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmakam.wordpress.com/2008/02/13/joyoboyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7383efcd262a8b65cc20ae721c81eb78?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wahyutri</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
